Simpati Saling Mengasihi

Disampaikan dalam satu hadits:

عن أبي موسى الأشعري أنه سمع النبي – صلى الله عليه وسلم – يقول : ” لَنْ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَرْحَمُوا ” . قَالُوا : يَا رَسُولُ الله  كُلُّنَا رَحِيم . قال : ” إِنَّهُ لَيسَ بِرَحْمَةِ أَحَدِكُمْ صَاحِبَهُ  وَلَكِنَّهَا رَحْمَةَ النَّاسِ رَحْمَةَ الْعَامَّةِ

Daripada Abi Musa al-Asyari, sesungguhnya aku mendengar Nabi SAW bersabda: Kamu tidak dianggap beriman sehingga kamu saling mengasihi. Para sahabat berkata: Wahai Rasulullah, kami semua adalah penyayang. Rasulullah SAW bersabda: Kasih mengasihi yang dimaksudkan bukanlah kasih sayang di antara kalian sahaja bahkan kasih memgasihi kepada seluruh manusia dan seluruh makhluk. (HR Tobrani No 13671) Status: Hadis Sahih

Pengajaran

1.  Sikap simpati, saling mengasihi antara sesama makhluk berkait rapat dengan keimanan makhluk kepada tuhannya, Allah SWT.

2.  Tuntutan mengasihi bukan hanya kepada sesama Muslim saja, tetapi kepada seluruh manusia dan makhluk lain dengan memberikan hak mereka dengan proporsional, tidak berlebihan dan tidak juga kurang.

3.  Sifat simpati dan berkasih sayang adalah fitrah yang dianugerahkan oleh Allah kepada semua makhluk yang bernyawa. Sifat ini bukan hanya kepada manusia tetapi juga kepada binatang. Terlebih lagi jika manusia ataupun makhluk ini berjasa budi baik kepada kita.

4. Allah memberikan pengajaran diantara semua makhluk ada juga yang tidak pandai membalas budi, disebutkan dengan istilah sebagai fasik. Beberapa makhluk yang diketegorikan fasik, adalah makhluk yang tidak mengenal budi baik, seperti ular yang akan senantiasa mematuk siapa saja termasuk yang memberinya makan, binatang berbisa, dsb.

5. Insting untuk bersimpati dan saling mengasihi selalu ada pada manusia seperti kasih sayangnya kepada orang tua, orang muda, anak-anak, sesama manusia dan binatang. Binatang pun sebagian darinya diberikan rasa bersimpati yang manusia pun dapat melihatnya, seperti kucing, anjing, kuda, binatang peliharaan, dsb.

6.  Menurut Ibnu Qayyim: Kasih sayang dan simpati adalah sifat memberi manfaat dan kebaikan kepada orang lain dan bersedia bersusah payah mendatangkan kebaikan dan menjauhkan keburukan kepada orang lain.

7. Sifat simpati dan kasih sayang adalah sifat yang direfleksikan oleh hati yang selamat – qalbun salim. Jiwa yang senantiasa memberikan manfaat dan mengupayakan perbaikan bagi kehidupan.

8.  Allah menyayangi orang yang menyayangi sesama makhluk. Rasulullah SAW bersabda:

إنما ير حم الله من عباده الرحماء

Allah hanya akan menyayangi hamba yang menyayangi (makhluk-Nya) HR Bukhari dan Muslim

Wallahu’alam~

Ust. Abdullah A. Afifi