Ikhtiar dan Takdir: Kebaikan Pada Level Puncaknya

Abdullah A Afifi

Ketua Yayasan Darulfunun El Abbasiyah. Pimpinan PP Perguruan Darul Funun El Abbasiyah. Peneliti Utama IDRIS. Kordinator Relawan Aamil Penggerak.

Kita sering bertanya tentang takdir dan ikhtiar. Rasanya kejadian seorang balita berusia 5 tahun terjatuh didalam sebuah lubang sedalam 32 meter di Maroko, dan bagaimana orang-orang merespon adalah penjelasan bagaimana kita dapat memahami takdir, ikhtiar.

Sebelumnya kita pahami dahulu bahwa agama memiliki 3 komponen, Al-Iman, Al-Ihsan, Al-Islam. Dengan memahami 3 komponen ini insyaallah lebih mudah memahami antara kenapa kita perlu ikhtiar sebagai bagian dari Ihsan (kebaikan), dan menerima takdir sebagai bagian dari Iman, dan mencari cara menyelesaikan ikhtiar dengan waktu terbatas dengan pengetahuan dan kemampuan yang kita tanpa menabrak aturan-aturan yang menjadikan kita selamat (Islam).

Opsi umum pertama, adalah qadarullah, Allah membuat aturan ikhtiar akan mendatangkan hasil.

Akan tetapi ada banyak kemungkinan lain, dimana ada banyak variabel-variabel hukum alam yang Allah tentukan yang kita tidak tahu, pandang sederhana tapi menentukan ataupun salah kalkulasi.

Opsi kedua diantara banyak kemungkinan itu adalah ikhtiar tidak berjalan sesuai perkiraan, mungkin karena Allah telah merencanakan hal lain yang terbaik lainnya.

Dalam keadaan seorang anak yang terjatuh dalam sumur 32 meter, dan proses evakuasi dimana tim reaksi cepat mencoba mengebor (mereka menyebutnya, memindahkan gunung). Ikhtiar mereka berhasil, akan tetapi anak itu meninggal sebentar setelah diselamatkan.

Selain tim reaksi cepat, fenomena bagaimana seorang anak-anak yang juga lebih tua sedikit datang menawarkan diri untuk masuk ke dalam lubang, dan berkata, “aku sudah mendapat izin orang tuaku untuk menolong Ryan”.

Disinilah ikhtiar dengan berbagai kemungkinan itu tetap harus diupayakan, mereka menyebutnya kemanusiaan dalam level tertingginya, walau mengetahui mereka tidak  akan mendapatkan hasil yang sesuai (humanity at its best). wallahu’alam.


إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

‎Update: official Moroccan news has confirmed that little Ryan has passed on to the mercy of Allah. He gives and He takes, and our time to return has been destined. May Allah grant the family patience and comfort and make him intercession for them on the day of decision.

Earlier:
As Morocco moves a mountain to save a five-year-old boy who fell into a deep well, we are praying in the few seconds remaining that he will be brought out alive. This is humanity at its best – the whole world watching and praying! #SaveRayan