Category: News Akhbar

darulfunun update

  • Mudirah Pertama Perguruan Darulfunun: Ummi Hajjah Mona Eliza

    Mudirah Pertama Perguruan Darulfunun: Ummi Hajjah Mona Eliza

    Ummi Hajjah Mona Eliza adalah sosok perempuan inspiratif yang menjadi mudirah pertama Perguruan Darulfunun, sebuah lembaga pendidikan yang didirikan dengan tujuan untuk memajukan pendidikan Islam di Indonesia. Beliau tidak hanya dikenal sebagai pendidik yang berdedikasi, tetapi juga sebagai istri dari Buya Afifi Fauzi Abbas dan ibu dari Tan Abdullah Afifi, dua tokoh yang juga memiliki pengaruh dalam dunia pendidikan dan keagamaan.

    Latar Belakang dan Pendidikan

    Ummi Hajjah Mona Eliza lahir di sebuah keluarga yang sangat menghargai pendidikan. Sejak kecil, beliau telah menunjukkan minat yang besar terhadap ilmu pengetahuan dan keagamaan. Ayah beliau adalah yang sedikit yang sempat menempuh pendidikan di University of Texas, Amerika. Keluarga beliau berasal dari Koto Nan Gadang, Kota Payakumbuh. Pendidikan formalnya ditempuh di beberapa lembaga pendidikan Islam ternama, PGA Payakumbuh, UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Muhammadiyah Jakarta di mana beliau tidak hanya belajar ilmu agama tetapi juga berbagai disiplin ilmu lainnya yang menunjang perannya sebagai pendidik. Beliau pernah berkiprah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai pelaksana administrasi dan juga dosen pengajar, kemudian berpindah ke UIN Bukittinggi menyusul Buya Afifi Fauzi Abbas yang terlebih dahulu kembali pulang untuk mengurus Darulfunun.

    Latar belakang pendidikan dan organisasi:

    • PGA Payakumbuh (skrg MAN 2 Payakumbuh)
    • BA, SAg – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
    • MA – Universitas Muhammadiyah Jakarta
    • IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
    • ASA (Awak Samo Awak) Ciputat dan sekitarnya
    • Muhammadiyah – Aisyiyah
    • PCM Aisyiyah Kota Payakumbuh

    Peran sebagai Istri dan Ibu

    Sebagai istri dari Buya Afifi Fauzi Abbas, Ummi Hajjah Mona Eliza berperan aktif dalam mendukung suaminya dalam berbagai aktivitas keagamaan dan pendidikan. Buya Afifi Fauzi Abbas adalah seorang ulama yang dihormati dan dikenal luas atas kontribusinya dalam menyebarkan ajaran Islam yang moderat dan inklusif baik dalam organisasi Muhammadiyah ataupun secara umum di masyarakat. Dalam peran ini, Ummi Hajjah Mona Eliza sering kali menjadi partner diskusi dan pendukung utama, membantu mewujudkan berbagai inisiatif pendidikan dan sosial yang digagas oleh suaminya. Ummi Hajjah Mona Eliza juga terlibat dalam pergerakan Aisyiyah baik di Jakarta ataupun Payakumbuh.

    Sebagai orang tua, beliau juga berperan penting dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya untuk menjadi individu yang berakhlak mulia dan berilmu. Anak-anaknya sendiri telah mengikuti jejak orang tuanya dengan menjadi seorang pendidik, tokoh dan berperan aktif berkontribusi pada masyarakat luas. Ummi Hajjah Mona Eliza adalah yang menguatkan tekad Buya Afifi Fauzi Abbas untuk menyelesaikan janjinya kepada ayahnya Buya Fauzi Abbas untuk pulang dan membangun kembali Darulfunun.

    Kepemimpinan di Perguruan Darulfunun

    Sebagai mudirah pertama Perguruan Darulfunun (2018-2023), Ummi Hajjah Mona Eliza menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan lembaga pendidikan ini. Bahkan tidak jarang fitnah dan tantangan diberikan oleh orang-orang yang hasad dengan kiprah beliau. Beliau adalah pimpinan perguruan Islam satu-satunya yang merupakan perempuan, sehingga tantangan bukan hanya dari internal tetapi juga dari eksternal dan budaya. Akan tetapi dengan visi yang jelas dan semangat yang tinggi, beliau berhasil membawa Perguruan Darulfunun, khususnya setelah meninggal Buya Afifi Fauzi Abbas, menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang diperhitungkan. Kepemimpinannya yang tegas namun bijaksana membuat Perguruan Darulfunun dikenal sebagai lembaga yang tidak hanya mengutamakan aspek akademis tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak para siswa.

    Jumlah siswa Perguruan Darulfunun El-Abbasiyah mencapai 520 siswa, menjadi jumlah siswa terbanyak selama 20 tahun terakhir perguruan ini didirikan. Beliau memprakasai kelas Fikih Perempuan, Surau Camp dan juga program Tahfiz. Dalam masa beliau, pembinaan siswa dilakukan secara intensif seperti perlakuan seorang ibu kepada anak-anaknya sendiri. Beliau turun tangan sendiri memastikan siswa didik mendapatkan makanan yang bergizi untuk aktifitasnya, beliau juga yang memastikan perbaikan-perbaikan infrastruktur tetap berjalan untuk memberikan kenyamanan pada siswa didik. Beliau bahkan tidak sungkan pada bulan ramadhan menjemput dan mengantarkan siswa untuk berpartisipasi memberikan tausiyah ramadhan di masjid-masjid dan musholla di Kota Payakumbuh. Untuk keperluan itu beliau memaksakan diri untuk belajar mengemudikan mobil setelah meninggalnya Buya Afifi Fauzi Abbas.

    Inovasi dan Kontribusi

    Ummi Hajjah Mona Eliza dikenal sebagai inovator dan disiplin dalam bidang pendidikan. Beliau memperkenalkan berbagai perbaikan-perbaikan administratif dan metode pengajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, serta selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Perguruan Darulfunun. Beliau juga yang menanamkan pentingnya KSM (kompetisi sains madrasah), dan perlu diadakan kelas Matrik untuk mendukung hal tersebut. Beliau juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, memberikan bimbingan kepada masyarakat luas, khususnya dalam hal pendidikan anak dan peran perempuan dalam Islam.

    Dalam perbaikan yang dilakukan Perguruan Darulfunun dapat mencapai hasil yang terbaik dalam 20 tahun terakhir. Diantaranya:

    1. Jumlah siswa 520 siswa
    2. Lolos KSM hingga tingkat provinsi untuk mata pelajaran umum
    3. Kelulusan 78% PTN (perguruan tinggi nasional)
    4. Pionir Wisuda Tahfiz Al-Quran di Payakumbuh dan Limapuluh Kota
    5. Target 1-2 Juz dalam satu tahun
    6. Daurah Surau Camp
    7. Kurikulum Surau
    8. Pelatihan IT untuk siswa yang akan tamat belajar
    9. dsb

    Selain itu beliau juga termasuk yang menggagas perbaikan-perbaikan infrastruktur pelayanan siswa, diantaranya:

    1. Dapur atau Kantin Perguruan dari sebelumnya siswa makan menggunakan sistem katering luar, memberikan pengurangan biaya makan hingga 50%
    2. Pengadaan tempat tidur dan fasilitas siswa di asrama dari sebelumnya siswa tidur dengan membawa kasur dan peralatan masing-masing.
    3. Merenovasi toilet umum dan untuk guru, untuk meningkatkan kebersihan dan sanitasi sekolah

    Fitnah dan Cobaan

    Sebagai mudirah, pimpinan perempuan pertama di Perguruan bersejarah di Indonesia. Ummi Hajjah Mona Eliza tidak tidak luput dari berbagai cobaan dan fitnah. Sebagai seorang atasan di lembaga pendidikan Islam yang terkemuka, beliau sering kali dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Berbagai fitnah dan isu negatif pernah diarahkan kepadanya, baik dari pihak internal maupun eksternal, terlebih setelah meninggalnya Buya Afifi Fauzi Abbas. Namun, Ummi Hajjah Mona Eliza selalu mampu menghadapi semua itu dengan ketabahan dan kebijaksanaan demi amanah yang selalu disebut-sebutnya.

    Ketika menghadapi cobaan, Ummi Hajjah Mona Eliza selalu mengedepankan sikap sabar dan tawakkal kepada Allah. Beliau meyakini bahwa setiap ujian yang datang adalah bagian dari rencana Allah untuk menguji kesabaran dan keimanannya. Dalam menghadapi cobaan, beliau selalu mengingatkan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya untuk tetap tegar dan tidak mudah menyerah.

    Fitnah sering kali menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seseorang yang berada di posisi publik. Ummi Hajjah Mona Eliza menghadapi berbagai fitnah dengan cara yang sangat bijaksana. Beliau selalu berusaha untuk menunjukkan integritas dan kejujuran dalam setiap tindakannya. Fitnah muncul dari orang-orang yang hasad dengan keberhasilan beliau, dan juga internal yang sering didisiplinkan oleh beliau.

    Dalam menghadapi fitnah, beliau juga selalu memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil berdasarkan prinsip keadilan dan kebenaran. Dengan menunjukkan transparansi dan akuntabilitas dalam kepemimpinannya, beliau berhasil meredam berbagai isu negatif yang pernah menyerangnya. Integritas dan konsistensi inilah yang membuat banyak orang tidak mampu menghadapi beliau.

    Dari berbagai cobaan dan fitnah yang dihadapinya, Ummi Hajjah Mona Eliza selalu mengambil hikmah dan pelajaran berharga. Beliau selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana. Cobaan dan fitnah tidak membuatnya lemah, tetapi justru semakin mengokohkan tekadnya untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik.

    Beliau juga mengajarkan kepada murid-murid dan orang-orang di sekitarnya untuk selalu bersikap sabar dan tidak mudah putus asa. Dalam setiap ceramah dan bimbingannya, beliau sering kali menekankan pentingnya menjaga keimanan dan kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

    Kontroversi

    Untuk menghalang-halangi kiprah beliau, fitnah dan hasutan dilakukan oleh pihak internal dan eksternal. Hingga akhirnya pihak-pihak tersebut mencoba memberhentikan beliau dengan melakukan kudeta kepada anak beliau yang merupakan Ketua Yayasan yang diamanahkan oleh Buya Afifi Fauzi Abbas.

    Dengan meninggalnya Buya Afifi Fauzi Abbas, pihak-pihak yang hasad ini semakin kuat memberikan tekanan kepada beliau. Hingga pada akhirnya untuk memberhentikan beliau, pihak-pihak ini perlu melakukan kudeta terhadap Yayasan dan mengganti ketua yayasan bukan dari keturunan Syekh Abbas Abdullah. Dalam aksi ini juga pihak-pihak tersebut menjanjikan mengganti uang terpakai yang tidak sedikit yang dipergunakan untuk menalangi gaji guru, yang pada akhirnya hutang tersebut tidak dibayarkan.

    Warisan dan Pengaruh

    Warisan yang ditinggalkan oleh Ummi Hajjah Mona Eliza tidak hanya terlihat dari perkembangan Perguruan Darulfunun, tetapi juga dari banyaknya murid dan pengikut yang terinspirasi oleh ajaran dan teladannya. Beliau telah membuktikan bahwa dengan dedikasi dan kerja keras, seorang perempuan harus dapat memberikan kontribusi yang besar dalam dunia pendidikan dan agama.

    Kesuksesan Ummi Hajjah Mona Eliza sebagai mudirah pertama Perguruan Darulfunun menjadi contoh nyata bahwa peran perempuan dalam Islam sangatlah penting dan tidak boleh diremehkan. Beliau telah membuka jalan bagi banyak perempuan lain untuk berkiprah dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

    Dengan segala prestasi dan dedikasinya, Ummi Hajjah Mona Eliza akan selalu dikenang sebagai seorang pendidik, pemimpin, dan teladan bagi generasi-generasi berikutnya. Keberhasilannya dalam memimpin Perguruan Darulfunun walaupum sebentar, telah memberikan warna yang berharga dalam perkembangan Perguruan di 20 tahun terakhir, terutama sebagai peran perempuan dalam kelembagaan pondok pesantren.

  • Siapa Pembuat Logo Darulfunun El-Abbasiyah

    Siapa Pembuat Logo Darulfunun El-Abbasiyah

    Sketsa logo yang disempurnakan tahun 2002 oleh Tan Abdullah Afifi

    Melati: berwana Ungu; Pena berwana Hitam; Kitab berwarna Putih; Pita DFA berwarna Emas dan Menapak ke Bumi berwarna Hijau

    Dikarenakan pada awalnya Madrasah Tsanawiyah Darulfunun El-Abbasiyah tidak memiliki logo, Maka Buya Dr Afifi Fauzi Abbas meminta Dr Kol. Hikmat Israr yang waktu itu masih sering berkunjung di Ciputat untuk membuatkan logo. Dari sketsa logo tersebut kemudian diberikan kepada Tan Abdullah Afifi untuk didesain ulang dan disempurnakan.

    Hingga tahun 2020 dengan pertimbangan kekinian, logo tersebut kembali diminta untuk ditranformasikan menjadi logo yang kekinian. Sebab satu dan lain hal pada tahun 2023 Tan Abdullah Afifi tidak mengizinkan logo yang baru dipakai di Padang Japang tanpa meminta izin beliau terlebih dahulu.

  • Tidak Amanah, Sekretaris Majlis Syuro Partai Masyumi Abbas Thaha diminta Melunasi Hutang

    Tidak Amanah, Sekretaris Majlis Syuro Partai Masyumi Abbas Thaha diminta Melunasi Hutang

    Konflik internal yang terjadi sejak meninggalnya Buya Haji Afifi Fauzi Abbas masih belum lagi selesai di Yayasan Darul Funun El-Abbasiyah. Yayasan Darul Funun El-Abbasiyah menaungi Perguruan Darul Funun El-Abbasiyah pun kini terancam pailit.

    Pinjaman lunak yang kemudian berubah menjadi hutang piutang terjadi akibat pemecatan sepihak bendahara Yayasan istri kepada Buya Haji Afifi Fauzi Abbas yang bernama Ummi Hajjah Mona Eliza oleh pihak Dewan Pembina Yayasan.

    Hutang ini kini berjumlah tidak sedikit dan telah mengambil masa tertunggak tiga tahun sejak meninggalnya Buya Afifi Fauzi Abbas. Dewan Pembina yang memberhentikan beliau adalah Abbas Thaha yang merupakan sekretaris Majlis Syuro Partai Masyumi, Mazman Mazni dan Adiaputra yang merupakan pensiunan.

    Pimpinan Perguruan Darulfunun Funun El-Abbasiyah Abdullah Afifi yang merupakan cicit langsung dari Syekh Abbas Abdullah dihubungi terpisah di kediaman beliau di Bangi-Malaysia mengungkapkan aksi semacam ini menunda-nunda hutang sambil memanfaatkan situasi bukan merupakan cerminan seorang muslim yang baik.

    Sebagai seorang politisi Muslim seharusnya Abbas Thaha memberikan contoh yang baik. Jika perkara seperti ini saja tidak amanah, apalagi jika diharapkan mengurus urusan bangsa dan negara ini.

    Hutang yang berlarut-larut kini telah berjumlah tidak sedikit hampir 1,5 Milyar dan terus bertambah dikarenakan operasional yang masih terus dibantu oleh dana talangan pribadi ummi.

    Menyikapi hal ini Pimpinan Perguruan Darul Funun El-Abbasiyah tentu hanya bisa pasrah, jika memang sikap tersebut tidak berubah tentu kita tidak bisa berharap apa-apa, sebagian kita memang diberikan cobaan dari sikap dan integritasnya.

    Walaupun begitu beliau juga mengingatkan salah satu perkara yang tidak bisa dibawa mati adalah hutang, Rasul bahkan menyampaikan orang yang mati dalam keadaan berhutang akan sia-sia didoakan karena Allah tidak menerima amalannya.

  • Ketua PDM Limapuluh Kota, Dr Afifi Fauzi Abbas Tutup Usia

    Ketua PDM Limapuluh Kota, Dr Afifi Fauzi Abbas Tutup Usia

    SinergiNews  Kab. Limapuluh Kota, 30/09/2021. Innalillahi wa inna ilaihirraji’un. Kabar duka tengah menyelimuti Keluarga Besar Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Limapuluh Kota sekaligus juga Pimpinan Yayasan Wakaf Darul Funun El-Abbasiyah, Dr. H. Afifi Fauzi Abbas, M.Ag. telah tutup usia pada Kamis (30/09/2021) pukul 04:30 WIB pagi.

    Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat, Dr. Sofwan Karim El-Husain mengatakan rasa kehilangan tokoh Muhammadiyah dan belasungkawa atas meninggalnya almarhum.

    “Kami atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Keluarga Besar Muhammadiyah se-Sumatera Barat mengucapkan duka yang mendalam. Kami mendo’akan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya,” kata Sofwan Karim el-Husain saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

    Sofwan Karim mengungkapkan, Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas, M.Ag. yang lahir 6 September 1956 adalah seorang ahli Fiqih, Syariah, Siyasah, Perbandingan Mazhab, Ekonomi Islam, dan Ilmu Falak di Indonesia. Beliau juga adalah Pimpinan Yayasan Wakaf Darulfunun El-Abbasiyah, Ketua Senat IAIN Bukittinggi, Ketua Muhammadiyah Lima Puluh Kota.“Beliau murni tokoh Muhammadiyah dengan menelusuri latarbelakang pendidikan dan kiprah organisasi, tak diragukan lagi sepenuhnya mengabdikan hidup untuk perkembangan dan kemajuan dakwah Muhammadiyah di Sumatera Barat,” ucap Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat tersebut.

    Almarhum mengajar di IAIN Bukittinggi dan pernah mengajar selama 30 tahun di UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA) Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sekolah Tinggi dan Manajemen PPM.

    REKAM JEJAK

    Semasa hidup, almarhum pernah dipercaya sebagai Ketua Jurusan Jinayah Siyasah, Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Wakil Dekan Administrasi Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Direktur Percetakan Dikdasmen Muhammadiyah.

    Selain itu, beliau juga menjabat Pimpinan Yayasan Wakaf Darulfunun, Direktur Darulfunun Institute dan pengajar Ushuluddin di kelas Surau Darulfunun dan Kuliyyatul Muallimin. Beliau akhir-akhir ini terlibat sebagai Ketua PDM Muhammadiyah Limapuluh Kota, anggota Majlis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah dan Ketua Senat IAIN Bukittinggi.

    Almarhum juga pernah terlibat sebagai anggota Divisi Fatwa Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, anggota Bendahara Majlis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Direktur Penerbit dan Percetakan Dikdasmen PP Muhammadiyah, anggota MUI, anggota LPOM MUI, peserta sidang Itsbat MUI dan anggota ICMI.

    Selain organisasi dakwah, almarhum juga aktif dalam organisasi pergerakan dan sosial masyarakat, dengan menjadi Pembina Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat, Tokoh Masyarakat ASA (Perantau Sumatera) di Ciputat, Tokoh Masyarakat di Desa Pisangan, Ciputat, dan Wakil Ketua Yayasan Bhakti VII Koto Talago.***

    Sumber: https://sinerginews.id/ketua-pdm-limapuluh-kota-dr-afifi-fauzi-abbas-tutup-usia/

  • Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas, Sang Organisatoris Muhammadiyah Telah Wafat

    Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas, Sang Organisatoris Muhammadiyah Telah Wafat

    JERNIHNEWS.COM-Innalillahi Wainnaillahi Raajiuun. Luhak Limopuluah kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas, Kamis (30/09/2021) pukul 04.30 WIB dipanggil Sang Khalik.

    Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Limapuluh Kota itu meninggal di kediamannya di Lingkungan Tarok, Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh pada usia 65 tahun.

    Tentu tidak saja Muhammadiyah yang merasa kehilangan. Tapi juga Pondok Pesantren Darul Funun Padang Japang. Sebab beliau adalah pimpinan di pondok pesantren lintas zaman yang sudah banyak melahirkan para buya tersebut.

    Institut Agama Negeri Islam (IAIN) Bukittinggi juga tak kalah merasa kehilangan. Karena, Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas juga diamanahkan sebagai Ketua Senat IAIN Bukittinggi yang sedang dalam proses menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi.

    Jagat media sosial diramaikan oleh kabar kepergian ayah dari tiga anak (2 putra dan 1 putri) itu. Ribuan orang mengucapkan rasa duka mendalam atas kepergian buya menghadap Sang Maha Pencipta. Ratusan pelayat juga mendatangi rumah duka di lingkungan Tarok.

    Belasan papan bunga dari berbagai pihak berjejer di depan pagar rumah duka. Di antaranya dari Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, IAIN Bukittinggi, Persatuan Ponpes Limapuluh Kota, DPD PAN Kabupaten Limapuluh Kota dan lainnya. Banyak yang melepas Sang Buya dari rumah duka menuju pemakaman di kampungnya Padang Japang, Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguk, Kabupaten Limapuluh Kota.

    Buya Dr. H. Afif Fauzi Abbas meninggalkan seorang istri Dra. Hj. Mona Aliza, MA dan tiga orang anak, Evan Azami, Abdullah Afifi, dan Rosa Adelina. Ketiga anaknya berada di luar negeri, Malaysia, Qatar dan negara Arab lainnya. “Ketiga anak beliau berada di luar negeri, Malaysia, Qatar dan Mesir,” sebut Das salah seorang warga lingkungan Tarok kepada jernihnews.com.

    Hidupkan Kembali Ranting-ranting Muhammadiyah

    Tokoh Muda Muhammadiyah Luak Limopuluah, Ustadz H. Irwandi Nashir memiliki kesan luar biasa atas almarhum Buya Dr. Afifi Fauzi Abbas. Sang Buya menurut Irwandi yang juga dosen IAIN Bukittinggi, sangat totalitas dalam berdakwah dan juga menghidupkan kembali ranting-ranting Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.

    “Sejak beliau hijrah dari Jakarta beliau benar-benar total mengaktifkan organisasi Muhammadiyah di Kabupaten Limapuluh Kota hingga sampai ke ranting-ranting. Kita tahu bahwa ujung tombak organisasi Muhammadiyah berada pada ranting-ranting tersebut,” sebut Ust. H. Irwandi Nashir.

    Bahkan menurut Irwandi, dalam upaya menghidupkan ranting-ranting yang mati suri Buya Dr. Afifi membuat program pemberdayaan ekonomi peminjaman induk ayam bergilir bagi para pengurus atau aktifis ranting. Program itu sangat penting dan strategis bagi menopang perekonomian pengurus, aktifis dan kader Muhammadiyah di ranting yang telah mengorbankan waktu dan pikirannya di dalam mengelola organisasi dan dakwah.

    “Program peminjaman induk ayam bergulir itu alhamdulillah sukses. Bahkan ada yang bisa menguliahkan anaknya dari hasil ternak ayam tersebut. Begitulah totalitas beliau mengaktifkan dan membesarkan Muhammadiyah di Kabupaten Limapuluh Kota. Beliau sangat perhatian kepada masyarakat dan aktifis Muhammadiyah, termasuk soal perekonomiannya,” kata Ust. Irwandi.

    Ust. Irwandi juga mengungkap semestinya, pada Kamis (30/09/2021) dilaksanakan perpisahan Keluarga Besar IAIN Bukittinggi dengan Buya Dr. Afifi Fauzi Abbas, sehubungan sang Buya memasuki usia purna tugas sebagai PNS/ASN di IAIN Bukittinggi. Berbagai persiapan telah ditunaikan.

    “Pak Afifi wafat di usia 65 tahun. Sebenarnya hari ini Kamis (30 September 2021) adalah hari pelepasan beliau secara resmi purnabhakti sebagi PNS di IAIN Bukittinggi. Undangan sudah disebar. Namun Allah Ta’ala memanggil beliau pas di hari H,” kata Irwandi kepada jernihnews.com.

    Hijrah dari Jakarta

    Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas, M.Ag yang lahir 6 September 1956 di Padang Japang, VII Koto Talago, Guguak, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, lama berada di Jakarta. Dia kuliah sarjana muda hingga S1, S2 dan S3 di IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

    Buya Afifi adalah ahli fiqih, syariah, siyasah, perbandingan mazhab, ekonomi islam, dan ilmu falak. Dia merupakan anak dari Buya H. Fauzi Abbas (ayah) dan Hj. Yuhaena (ibu). Kakeknya, Syekh Abbas Abdullah. Kakeknya merupakan ulama pembaharu pendidikan Islam dan pengorganisasian dakwah.

    Riwayat pendidikan Dr. H. Afifi Fauzi Abbas; SDN di Padang Japang, MTs Surau Darul Funun di Padang Japang, MA Surau Darul Funun di Padang Japang Sarjana Muda Syariah (BA) di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sarjana Syariah (Drs) di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Magister Syariah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Doktor Syariah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas, M.Ag mengajar di IAIN Bukittinggi dan pernah mengajar selama 30 tahun di UIN Syarif Hidayatullah, UHAMKA Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sekolah Tinggi dan Manajemen PPM.

    Dia pernah dipercaya sebagai Ketua Jurusan Jinayah Siyasah, Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Wakil Dekan Administrasi Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Direktur Percetakan Dikdasmen Muhammadiyah.

    Selain itu juga adalah Pimpinan Yayasan Wakaf Darulfunun, Direktur Darulfunun Institute dan pengajar Ushuluddin di kelas Surau Darulfunun dan Kuliyyatul Muallimin. Berbagai jabatan pernah diamanahkan kepada beliau di lingkungan Muhammadiyah. Yakni; Ketua PDM Muhammadiyah Limapuluhkota, anggota Majlis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah, anggota Divisi Fatwa Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Bendahara Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Direktur Penerbit dan Percetakan Dikdasmen PP Muhammadiyah, Pembina Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat dan banyak lainnya. (erz)

    Sumber: https://www.jernihnews.com/berita/2256/buya-dr-h-afifi-fauzi-abbas-sang-organisatoris-muhammadiyah-wafat.html

  • Softlaunch Baraqa.id

    Softlaunch Baraqa.id

    Minggu, 13 Juni 2021
    19.00-20.00 WIB
    Website: https://bit.ly/baraqaTV

  • Bupati Resmikan Gedung BLK Darul Funun El Abbasiyah

    Bupati Resmikan Gedung BLK Darul Funun El Abbasiyah

    Lima Puluh Kota, Diskominfo – Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo resmikan penggunaan Gedung BLK Komunitas Darul Funun El Abbasiyah di Padang Jopang, Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Senin, (24/5/2021)

    Workshop dengan kejuruan teknik informatika Balai Latihan Kerja Komunitas Darul Funun El Abbasiyah itu merupakan bantuan hibah dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia tahun 2020 sebesar 1 Milyar Rupiah

    Dalam sambutannya, Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia atas terlaksananya pembangunan Gedung Balai Latihan Kerja BLK Komunitas Darul Funun El Abbasiyah.

    “Alhamdulillah, pemerintah hadir. Balai Latihan Kerja telah berdiri di Darul Funun. Salah satu upaya dalam rangka peningkatan SDM yang berkualitas dan berlandaskan keimanan yang selaras dengan visi misi Lima Puluh Kota Madani,” ucapnya.

    Bupati Lima Puluh Kota itu mengatakan, dizaman kemajuan teknologi dan digitalisasi diperlukan keterampilan dan keahlian bagi santri yang disebut dengan skill. Untuk itu kehadiran BLK di bidang ilmu komputer dan teknologi diharapkan dapat melengkapi terwujudnya santri yang pandai mengaji serta memiliki skill dalam memanfaatkan teknologi secara produktif.

    “Banyak yang akan kita lakukan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Lima Puluh Kota kedepan. Dengan adanya skill , segala potensi dapat diwujudkan asal produktif dengan memanfaatkan teknologi, dan jangan hanya bersifat konsumtif teknologi,” pungkasnya.

    Sementara itu kepala unit panitia pelaksana pembangunan Gedung BLK Komunitas Darul Funun El Abbasiyah, mengatakan pembangunan Balai Latihan Kerja Darul Funun sesuai dengan kebutuhan para santri dan juga masyarakat yaitu teknik informatika

    Hadirnya workshop kejuruan teknik informatika ini merupakan upaya dalam peningkatan sumberdaya manusia serta kompetensi tenaga kerja, sehingga para santri dan masyarakat mendapat skil serta ilmu pengetahuan disamping sekolah formal.

    “Pemilihan jurusan ini tak terlepas dari perkembangan jaman yang sekarang ini serba digital dan tidak dapat dipisahkan dari teknologi. Kedepan mudah-mudahan kita dapat bernilai manfaat bukan hanya bagi santri Darul Funun saja, tetapi bagi masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota” pintanya.

    Selain dihadiri oleh Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, acara tersebut juga dihadiri oleh ketua Yayasan Darul Funun El Abbasiyah, Afifi Fauzi, kepala BLK Padang  yang diwakili Afridamo J, Sekda Lima Puluh Kota Widya Putra, Asisten II, Fitma Indrayani SH, Ketua TP PKK Kabupaten Lima Puluh Kota, Nevi Zulvia Safaruddin, Camat Guguak, Wali Nagari, serta para tokoh masyarakat.

  • Peresmian Gedung BLKK Darulfunun Teknik Informatika

    Peresmian Gedung BLKK Darulfunun Teknik Informatika

    Alhamdulillah telah diresmikan Gedung BLK Komunitas Darulfunun pada tanggal 24 Mei 2021 bersama-sama Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluhkota, BLK Propinsi Sumatera Barat, Yayasan Darulfunun, dan Komponen Masyarakat.

    Balai Latihan Kerja ini dibangun dengan dana bantuan Kementrian Tenaga Kerja, dan dapat diselesaikan tepat waktu. BLKK Darulfunun ini memiliki program studi Teknik Informatika, dengan harapan bisa membantu peningkatan literasi digital di Kabupaten Limapuluhkota.

  • Call for Papers & Articles 2020

    Call for Papers & Articles 2020

    Darulfunun Institute (IDRIS) with Penerbit YDFA would like to invite all academicians, experts and industries to collaborate in papers and articles in our publication hub.

    PAPERS for JOURNALS

    Abstract: English (150 words)
    Words limit: 3000-8000
    References: APA Style

    Publication in: August & February

    Jurnal Al-Imam

    Bahasa Indonesia or English
    Sub-themes: Islamic Studies, Cultural, Civilization & Learning Societies

    Regional Development, Business, Technology & Initiative (Journal RDBTI)

    English
    Sub-themes: Education, People & Regional Development, Business, Economics, Technology, & Policy Initiatives

    ARTICLES for MEDIA

    Words limit: min 800

    1. Insight Darulfunun – www.darulfunun.id/insight
    2. Insancendekia Grak – www.insancendekia.org
    3. The Perwakilan Post – www.perwakilan.co.uk

  • Menghadiri Waqf Report 2019 Report di Kuala Lumpur

    Menghadiri Waqf Report 2019 Report di Kuala Lumpur

    Waqf Report 2019 Report di Kuala Lumpur yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, INCEIF dan ISRA.

    Menjadi perkembangan penting dimana entitas-entitas sosio ekonomi dalam Islam diperkenalkan dan diterima dalam skala global.

    Menjadi peran kita berikutnya adalah memainkan peranan dalam memajukan dan menunjukkan kepada dunia tentang perspektif kita.

    Karena pada masa periode Khalifah atau Kerajaan dan setelahnya WW2 jatuhnya Ottoman, banyak aset wakaf selain milik pemerintahan di hapuskan dikarenakan perbedaan politik ataupun pandangan, akan tetapi secara organik perkembangan aset sosial waqf ini tidak dapat dicegah, dia adalah proses alami dari pelaku sosial budaya untuk memperbaiki dan memberdayakan diri komunitasnya.

    Tentu ada pro dan kons, justru hal tersebut menjadi tantangan kedepan bagaimana kondisi di Indonesia menjadi unik. Kita memiliki BWI dalam skala negara, kita memiliki Dept Agama untuk negara yang bukan berbentuk negara Islam yang juga mengelola “waqf”, kita memiliki NGO-NGO yang bergerak dengan dana infaq, zakat dan waqf, dan kita juga memiliki yayasan-yayasan pendidikan yang menjadi tulang punggung dalam sejarah.

    Sehingga penting di masa-masa kedepan perspektif waqf di Indonesia khususnya Darulfunun perlu dibagi ke dunia, mungkin hanya Indonesia yang menjalankan praktek waqf inklusif dengan regulator pemerintah tetapi memberikan ruang yang lebih besar.

    Karena kita memberikan daya kekuatan kepada ummah untuk menolong diri mereka, bukan saja sekedar memberikan daya kekuatan (dalam bentuk regulasi dsb) kepada kita untuk menolong mereka.

    Laporan dari dalam forum ini hadir pengurus Yayasan Darulfunun.

  • Alhamdulillah, Darulfunun mendapat dukungan akses Google Education

    Alhamdulillah, Darulfunun mendapat dukungan akses Google Education

    Alhamdulillah, syukur tiada henti, upaya improvisasi dan inovasi yang terus dilakukan oleh segenap entitas Darulfunun dalam menyambut tahun ajaran baru, mulai soft side: menjaga kualitas kurikullum, memfasilitasi program tahfidz, penekanan ekstrakurikuler untuk membina karakter siswa, dan juga rencana pengembangan kurikullum surau, dan juga infrastruktur: pembangunan pustaka, penambahan ruang kelas, renovasi, pengecatan, penambahan kapasitas area mandi asrama.

    Terbaru sekali, Darulfunun mendapatkan akses lisensi Google Education. Google Education sendiri adalah salah satu servis google yang premium seperti fitur gmail, penyimpanan file, Google Docs, dan juga Apps yang dapat dikembangkan pemanfaatannya secara lebih luas mencakup pelatihan software, dari programming, desain produk, hingga kelas virtual.

    Kedepannya pemanfaatan ini akan diperluas untuk memperkaya kemampuan Darulfunun dalam program Open Distance Learning (ODL). Program ODL ini adalah salah satu jawaban tantangan Darulfunun menyikapi keterbatasan kemampuan, bagi internal, lokal daerah maupun kemampuan akses pendidikan secara nasional.

    Insyaallah kedepan, tahapan ini dapat berkembang menjadi alternatif pembelajaran global yang sesuai dengan model yang Darulfunun kembangkan, yakni massif, intuitif, global, low cost, berkemajuan dan inklusif (open access) yang artinya semua lapisan masyarakat khususnya yang memiliki keterbatasan akan dapat dukungan dalam pembelajaran untuk bersaing secara global. dan meningkatkan kualitas kehidupannya, serta memberi timbal balik kepada lingkungan masyarakat.

    Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi penanggung jawab pengembangan: Abdullah A Afifi.

  • Meneguhkan Eksistensi Perguruan Darul Funun El-Abbasyiah Dalam Pusaran Globalisasi

    Meneguhkan Eksistensi Perguruan Darul Funun El-Abbasyiah Dalam Pusaran Globalisasi

    Sarilamak (Inmas). Bagi pengiat sejarah Indondesia, Perguruan Darul Funun El-Abbasyiah akan membagunkan alam bawah sadar bahwa disinilah awalnya presiden pertama Indonesia Soekarno sebelum proklamasi menerima buah tangan dari Syekh Abbas Abdullah sebuah peci hitam yang pada akhirnya menjadi simbol keislaman dan nasionalisme.  Kampus Asri Perguruan Darul Funun El-Abbasyiah teletak di Nagari Padang Jopang Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota tidak hanya menjadi kampus pendidikan tapi juga merupakan kampus perjuangan dalam melahirkan pejuang umat dan pejuang bangsa.

    Bermula pada tahun 1854 dengan nama Pengajian Surau Gadang oleh Syekh Abdullah “Datuk Jabok” (1830-1903) dan kemudian diteruskan oleh anak-anak beliau Syekh Mustafa Abdullah “Beliau Gadang”dan Syekh Abbas Abdullah “Beliau Ketek” (1883-1957), dimasa kedua kakak beradik ini reformasi-reformasi sistem pendidikan dan modernisasi pergerakan & pendidikan Islam terjadi. Pada masa keemasannya perguruan ini dikenal sebagai satu-satunya ataupun pionir terdepan yang merintis pengajaran pengetahuan agama dan umum, yang menjadikannya magnet bagi pelajar-pelajar dari penjuru sumatera, tanah air dan hingga semenanjung melayu.

    Memasuki babak baru diera melinium eksistensi Perguruan Darul Funun El-Abbasiyah masih Istiqomah memberikan layanan pendidikan Islam yang berkualitas bagi santri/wati yang menimba ilmu pada satuan pendidikan MTs dan MA. Pimpinan Perguruan Darul Funun El-Abbasiyah optimis bahwa cita-cita para pendiri perguruan ini dapat terjaga serta terwujud ditengah pusaran globalisasi yang menuntut berbagai perubahan.

    Sambil menatap asrama megah yang berdiri dikomplek perguruan tersebut. Perguruan memiliki komitmen yang kuat untuk melahirkan kader-kader umat yang paripurna, ulama yang intekltual serta intelktual yang ulama, di perguruan ini santri/wati dididik untuk menjadi pribadi yang multidimensional yang tidak hanya berkualitas secara IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) tetapi juga IMTAK (Iman dan Takwa), yang menguasai bidangnya dan juga berpegang teguh terhadap nilai-nilai keagamaan yang luhur, yang ditekankan oleh Islam”

    Dalam catatan, sepuluh tahun terakhir berbagai bentangan prestasi telah diukuir oleh santri/wati Perguruan Darul Funun El-Abbasiyah. Perguruan ini telah mencatatan tradisi juara pada ajang Kompotisi Sain Madrasah (KSM) tinggkat Nasional, santri/wati juga telah behasil meraih berbagai prestasi dibidang agama, seni, olah raga, mading, baik pada tingkat daerah maupun ditingkat regional. Dan ratusan alumni perguruan ini telah tersebar diberbagai perguaran tinggi bergensi ditanah air bahkan sampai ke Al-Azhar Universti Kairo.

    H. Rama Husmen Kepala Kakan Kemenag Lima Puluh Kota yang juga lahir dalam tradisi pesantren yang kuat dalam kunjunganya ke Perguruan Darul Funun El-Abbasyiah menyampaikan,”Saya memilki kebanggan tersendiri dengan sejarah besar yang ada di Darul Funun El-Abbasiyah. Sebagaimana pesantren lainya yang lahir dalam masa perjuangan,  Darul Funun El-Abbasiyah memiliki saham dalam lembaran sejarah Indonesia, saya berharap semangat perjuangan tersebut dapat diwariskan dari generasi kegenerasi dengan tradisi keilmuan yang kuat”, Ramza menyampaikan harapanya.

    Lebih dari itu Ramza mengajak seluruh pengiat sejarah khusnya yang ada di Darul Funun El-Abbasiyah untuk menulis sejarah perguruan Darul Funun El-Abbasyiah secara lengkap, ”hal tersebut perlu dilakukan agar tradisi kesejarahan dapat ditelusuri dengan sanat ke-ilmuan yang valid”, jelas Ramza. Disamping itu diingtakan pula bahwa kemajuan teknologi merupakan satu tantangan bagi dunia pendidikan Islam, “Saya yakin Perguruan Darul Funun El-Abbasiyah dapat menjadikan kemajuan globalisasi sebagai sebuah peluang untuk akselerasi peningkatan kualitas pendidikan tanpa kehilangan jati diri sebagai sebuah pesantren, pesan Ramza.

    Umat Islam memiliki harapan yang besar, agar perguruan ini tetap istiqomah melahirkan santri/wati yang berkualitas dalam semangat Ke-Islaman dan Ke-Indonesian yang menyatu dalam setiap gerak dakwa para santri/wati.(APP)

    Sumber: https://limapuluhkota.kemenag.go.id/html/index.php?id=berita&kode=420