Tag: Publikasi

  • Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau

    Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau

    Authors: 

    Izziah Suryani, Mat Resad @ Arshad

    Abstract:

    Zainuddin Labay al-Yunusiyyah merupakan seorang daripada ulama islah Minangkabau yang memainkan peranan besar dalam islah pemikiran dan reformasi pendidikan Islam. Walaupun beliau mempunyai latar belakang pendidikan yang tidak teratur dan hanya belajar dalam wilayah Minangkabau, namun beliau merupakan seorang tokoh ulama yang begitu progresif dan mampu menyamai tokoh-tokoh islah terkemuka yang lain. Sumbangan terbesar beliau yang memberi impak besar kepada umat Islam Minangkabau ialah pembaharuan pendidikan Islam berorientasikan moden. Model institusi pendidikan Islam moden yang diperkenalkan oleh Zainuddin Labay al-Yunusiyyah menjadi contoh kepada penubuhan institusi pendidikan Islam yang lain. Justeru, kajian ini meneliti gerakan islah di Minangkabau dan biografi Zainuddin Labay al-Yunusiyyah. Selain itu, objektif kajian ini juga menganalisis peranan beliau terhadap pemurnian pemikiran dan pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia. Kajian ini merupakan kajian yang berbentuk kualitatif menggunakan analisis kandungan sebagai reka bentuk kajian dengan menggunakan metode kajian sejarah. Hasil kajian mendapati Zainuddin Labay al-Yunusiyyah merupakan seorang daripada ulama islah abad ke-20. Walaupun beliau tidak mendapat pendidikan yang sistematik dan hanya belajar di Minangkabau sahaja, beliau mampu muncul sebagai tokoh pembaharu dan islah yang memberi impak besar kepada gerakan islah di Minangkabau terutamanya reformasi pendidikan Islam dan juga islah pemikiran Islam di Minangkabau. Pembaharuan pendidikan Islam yang dilakukan oleh Zainuddin Labay al-Yunusiyyah menjadi asas dan model kepada pembaharuan pendidikan Islam di seluruh Minangkabau dan juga Indonesia.

    Keywords:

    ulama islah, islah pemikiran Islam, reformasi pendidikan Islam, Zanuddin Labay al-Yunusiyyah, Minangkabau

    Jurnal:
    Jurnal Islam dan Masyarakat Kontemporari

  • Literature Qur’an in Indonesia: Tafsir Al-Qur’an H. Zainuddin Hamidy And Fachruddin HS (Has Analysis Of The Philological Approach)

    Literature Qur’an in Indonesia: Tafsir Al-Qur’an H. Zainuddin Hamidy And Fachruddin HS (Has Analysis Of The Philological Approach)

    Authors: Sayyida, Kusmana, Eva Nugraha, Hamka Hasan, Yudi Setiadi, Rahman Ahdori

    Abstract:

    The interpretation of the Al-Quran and its literature throughout Indonesia in
    the 20th century experienced significant development and progress very rapidly since it was started by Mahmud Yunus in the 1940s. The tafsir writer wrote the interpretation for the advancement of Muslims in Indonesia. at least there are interpretations written in Indonesian that are used for reading material for the people of this country. Because many Indonesian Muslims do not deepen and understand the al-Qur’an which is originally Arabic. After the interpretation of Mahmud Yunus’ work, then Ahmad Hasan
    interpreted the Qur’an with his interpretation of Al-Furqan, namely in 1940. Then, H. Zainuddin Hamidy and H. Fachruddin HS wrote their tafsir works with a better arrangement. There are many interesting sides to this interpretation. In a paper on this interpretation work, the speaker will discuss one of the commentators in Indonesia, the more popular one by the name of Haji Zainuddin Hamidy and his friend Fachruddin HS.

    Some Notes:

    1. The syaikh that mention as scholars or teacher of Fachruddin HS and Zainuddin Hamidy is Syaikh Abbas Abdullah, the article wrote Syaikh Abdullah Abbas.
    2. Al-Iman Magazine should be Al-Imam.

    Jurnal:
    ICIIS 2020

    https://darulfunun.id/wp-content/uploads/2021/07/eai.20-10-2020.2305183.pdf
  • Periode Perkembangan Darulfunun El-Abbasiyah 1854-2020

    Periode Perkembangan Darulfunun El-Abbasiyah 1854-2020

    Penulis:
    Abdullah A Afifi, Afifi Fauzi Abbas

    Abstrak

    Perjalanan jauh Darulfunun dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam di Indonesia hampir memasuki dua abad. Dari awal pengembangannya Darulfunun melewati berbagai macam keadaan dalam mengembangkan pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat. Perhatian Darulfunun dalam mengembangan pendidikan Islam di Indonesia telah teruji dalam perjalanan panjang dan inovasi yang dibagi dengan pengembangan pendidikan Islam modern di Indonesia pada hari ini. Darulfunun merintis konsep pendidikan yang memoderasi pendidikan sains dan agama sebagai satu keilmuan yang terintegrasi. Selain itu Darulfunun mereformasi pendidikan halaqah menjadi pendidikan dengan sistem kelas yang memiliki kurikulum. Dalam perkembangannya corak pemikiran dan metode yang dikembangkan Darulfunun telah memberikan khazanah bagi pengembangan pendidikan dan pemikiran Islam di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan periode-periode pengembangan Darulfunun dengan ciri khas dari setiap periodenya. Setiap periode dijelaskan dengan mengangkat peristiwa-peristiwa yang menjadi tahapan penting dan berbeda dari periode lainnya. Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan inovasi dan pengembangan yang dilakukan di Darulfunun sebagian besarnya adalah upaya untuk menyesuaikan dengan tantangan zaman dan berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah sosial masyarakat.

    Abstract

    Darulfunun’s long journey in the world of education, especially in Islamic education in Indonesia nearly entered two centuries. From it starts, Darulfunun already persevered through varieties of circumstances in serving education for benefiting the society. Darulfunun concern in developing Islamic education already tested in their long journey and innovations that they share with Indonesia modern Islamic education today. Darulfunun established the moderated education concept that combines sciences and religion as one integrated knowledge. In addition, Darulfunun reformed the non-curriculum halaqah education into the classroom education curriculum. In its transformation, the thought and methods promoted by Darulfunun are genuinely become a treasure for education society and Islamic thought in Indonesia. This article aims to outline the development periods of Darulfunun with the specific characteristics of each period. Each period is explored by the important events and changes that make it different from other periods. From the observations, it can be presumed that innovation and development carried out by Darulfunun is a significant effort to adjust to the global challenges and participate in solving problems in society.

    Jurnal:
    AL-IMAM Vol 1 (2020)
    21 Juli 2020

  • Dokumentasi Akta Wakaf Darulfunun 1954

    Dokumentasi Akta Wakaf Darulfunun 1954

    Kurator:
    Abdullah A Afifi, Afifi Fauzi Abbas

    Abstraksi:
    Apa yang ada dihadapan pembaca sekalian adalah kumpulan arsip dokumentasi yang terdiri dari tiga dokumen, yakni: 1) Sejarah ringkas tentang Syekh Abbas Abdullah, yang dibuat sesaat setelah beliau meninggal (1957), 2) Salinan Akta Wakaf Darulfunun (1954), dan 3) Hasil rapat Badan Wakaf Darulfunun untuk membentuk organisasi alumni (1957). Arsip ini adalah sumber internal yang memberikan penjelasan mengenai perkembangan Darulfunun. Sebagai catatan arsip sejarah ringkas tentang Syekh Abbas Abdullah ini bukan ditulis oleh Syekh Abbas Abdullah sendiri, tetapi oleh salah seorang muridnya. Sehingga untuk catatan para akademisi bisa menguatkan dengan referensi lainnya.

    02 Agustus 2019
    07 Juli 2020 (Revisi 01)
    28 Agustus 2021 (Revisi 02)

    Penerbit:
    YDFA & Darulfunun Institute

  • Panduan Ringkas Berpuasa di dalam Islam: Fiqh Puasa dan Metode Falaq

    Panduan Ringkas Berpuasa di dalam Islam: Fiqh Puasa dan Metode Falaq

    Penulis:
    Afifi Fauzi Abbas, Abdullah A Afifi (editor)

    Abstraksi:
    Buku ini menjelaskan secara ringkas mengenai ibadah Puasa di dalam Islam, dalil-dalil yang menjelaskan tentang puasa dan kewajiban puasa Ramadhan, dan juga keringananan-keringanan (rukhsah) yang membolehkan untuk tidak berpuasa, juga beberapa anjuran amal yang menyertai puasa. Buku ini juga menjelaskan ilmu falaq, rukyatul hilal, metode hisab dan perkembangan metode tersebut. Buku ini juga menjelaskan bagaimana keilmuan hisab ini sudah diadopsi secara massif dalam fiqih juga praktek khususnya di Indonesia. Buku ini juga memberikan pandangan tentang urgensi penggunaan hisab secara global dan juga aplikasinya dalam isu regional.

    April 2020

    Penerbit:
    YDFA & Darulfunun Institute

    Cetakan:
    Pertama (online pdf)

  • Industrial Maturity Development Index: An Approach from Technology-driven Resources

    Industrial Maturity Development Index: An Approach from Technology-driven Resources

    Authors:
    Abdullah A Afifi, Nor Anisa Arifin, G Kiswanto

    Abstract:
    The need for measurement to identify the development stage of industries is crucial to compete and leverage on the industrial business environment. Most of the development processes in Indonesia is influenced and supported by regulatory practices by the authority, and many development plans were based on capital investment rather than stage by stage development which based on industrial ground capabilities. On the other side, the sustainability of industries can be tracked from the competitiveness of its processes, technical methods, and machines. This will lead to better efficiency of its processes which will affect the cost of the products or services and also improve the industrial performance. This paper tries to: (1) use a perspective where the industrial historical momentum can be seen as a benchmark of development stages and give alternatives to focus on technology-driven resources, (2) adopt simple measurement calculations that can be used for comparing one of the industries to another, and also can be used as a bench-marking stage of a group of industries, (3) explain how product specification was related to technical capabilities and how it can be used as competitiveness measurement.

    January 2020

    Conference: International Colloquium on Research Innovation & Social Entreprenurship (Ic-RISE) 2019

    At: UKM Graduate School of Business

  • Future Challenge of Knowledge Transfer in Shariah Compliance Business Institutions

    Future Challenge of Knowledge Transfer in Shariah Compliance Business Institutions

    Authors:
    Abdullah A Afifi, Ida Ismail, Afifi Fauzi Abbas

    Abstract:
    The rapid growth of the global halal market makes a positive impact on the development of shariah compliance business institutions. Although many sectors are now involved in the halal business, there is a challenge in understanding how shariah knowledge can assist in the present business environment. Specifically, shariah compliance business institutions that involve in the halal business is required to develop their performance and competitiveness, but the rigid tacit knowledge of shariah knowledge may influence the business. To compete and deal with innovations in a complex and competitive situation, formulation of shariah knowledge transfer into explicit knowledge is required. This, in turn, will ease the distribution of shariah knowledge throughout the whole institution structure. The knowledge distribution also can lead to a better understanding as well as to lead to group performance and innovations. The purpose of this conceptual paper is to provide some insights on how shariah knowledge from the shariah board can be transferred, through standards officer, to the whole organizational structure, which, in turn, may help the team to improve company’s performance.

    January 2020

    Conference: International Colloquium on Research Innovation & Social Entreprenurship (Ic-RISE) 2019

    At: UKM Graduate School of Business