Category: Perguruan

  • Meneguhkan Eksistensi Perguruan Darul Funun El-Abbasyiah Dalam Pusaran Globalisasi

    Sarilamak (Inmas). Bagi pengiat sejarah Indondesia, Perguruan Darul Funun El-Abbasyiah akan membagunkan alam bawah sadar bahwa disinilah awalnya presiden pertama Indonesia Soekarno sebelum proklamasi menerima buah tangan dari Syekh Abbas Abdullah sebuah peci hitam yang pada akhirnya menjadi simbol keislaman dan nasionalisme.  Kampus Asri Perguruan Darul Funun El-Abbasyiah teletak di Nagari Padang Jopang Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota tidak hanya menjadi kampus pendidikan tapi juga merupakan kampus perjuangan dalam melahirkan pejuang umat dan pejuang bangsa.

    Bermula pada tahun 1854 dengan nama Pengajian Surau Gadang oleh Syekh Abdullah “Datuk Jabok” (1830-1903) dan kemudian diteruskan oleh anak-anak beliau Syekh Mustafa Abdullah “Beliau Gadang”dan Syekh Abbas Abdullah “Beliau Ketek” (1883-1957), dimasa kedua kakak beradik ini reformasi-reformasi sistem pendidikan dan modernisasi pergerakan & pendidikan Islam terjadi. Pada masa keemasannya perguruan ini dikenal sebagai satu-satunya ataupun pionir terdepan yang merintis pengajaran pengetahuan agama dan umum, yang menjadikannya magnet bagi pelajar-pelajar dari penjuru sumatera, tanah air dan hingga semenanjung melayu.

    Memasuki babak baru diera melinium eksistensi Perguruan Darul Funun El-Abbasiyah masih Istiqomah memberikan layanan pendidikan Islam yang berkualitas bagi santri/wati yang menimba ilmu pada satuan pendidikan MTs dan MA. Pimpinan Perguruan Darul Funun El-Abbasiyah optimis bahwa cita-cita para pendiri perguruan ini dapat terjaga serta terwujud ditengah pusaran globalisasi yang menuntut berbagai perubahan.

    Sambil menatap asrama megah yang berdiri dikomplek perguruan tersebut. Perguruan memiliki komitmen yang kuat untuk melahirkan kader-kader umat yang paripurna, ulama yang intekltual serta intelktual yang ulama, di perguruan ini santri/wati dididik untuk menjadi pribadi yang multidimensional yang tidak hanya berkualitas secara IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) tetapi juga IMTAK (Iman dan Takwa), yang menguasai bidangnya dan juga berpegang teguh terhadap nilai-nilai keagamaan yang luhur, yang ditekankan oleh Islam”

    Dalam catatan, sepuluh tahun terakhir berbagai bentangan prestasi telah diukuir oleh santri/wati Perguruan Darul Funun El-Abbasiyah. Perguruan ini telah mencatatan tradisi juara pada ajang Kompotisi Sain Madrasah (KSM) tinggkat Nasional, santri/wati juga telah behasil meraih berbagai prestasi dibidang agama, seni, olah raga, mading, baik pada tingkat daerah maupun ditingkat regional. Dan ratusan alumni perguruan ini telah tersebar diberbagai perguaran tinggi bergensi ditanah air bahkan sampai ke Al-Azhar Universti Kairo.

    H. Rama Husmen Kepala Kakan Kemenag Lima Puluh Kota yang juga lahir dalam tradisi pesantren yang kuat dalam kunjunganya ke Perguruan Darul Funun El-Abbasyiah menyampaikan,”Saya memilki kebanggan tersendiri dengan sejarah besar yang ada di Darul Funun El-Abbasiyah. Sebagaimana pesantren lainya yang lahir dalam masa perjuangan,  Darul Funun El-Abbasiyah memiliki saham dalam lembaran sejarah Indonesia, saya berharap semangat perjuangan tersebut dapat diwariskan dari generasi kegenerasi dengan tradisi keilmuan yang kuat”, Ramza menyampaikan harapanya.

    Lebih dari itu Ramza mengajak seluruh pengiat sejarah khusnya yang ada di Darul Funun El-Abbasiyah untuk menulis sejarah perguruan Darul Funun El-Abbasyiah secara lengkap, ”hal tersebut perlu dilakukan agar tradisi kesejarahan dapat ditelusuri dengan sanat ke-ilmuan yang valid”, jelas Ramza. Disamping itu diingtakan pula bahwa kemajuan teknologi merupakan satu tantangan bagi dunia pendidikan Islam, “Saya yakin Perguruan Darul Funun El-Abbasiyah dapat menjadikan kemajuan globalisasi sebagai sebuah peluang untuk akselerasi peningkatan kualitas pendidikan tanpa kehilangan jati diri sebagai sebuah pesantren, pesan Ramza.

    Umat Islam memiliki harapan yang besar, agar perguruan ini tetap istiqomah melahirkan santri/wati yang berkualitas dalam semangat Ke-Islaman dan Ke-Indonesian yang menyatu dalam setiap gerak dakwa para santri/wati.(APP)

    Sumber: https://limapuluhkota.kemenag.go.id/html/index.php?id=berita&kode=420

  • Darul Funun akan mengembangkan kurikulum Surau

    Darul Funun akan mengembangkan kurikulum Surau

    Pada tanggal 4 Mei 2019 dalam rapat terbatas Yayasan, Perguruan, Komite yang juga dihadiri oleh para pembina asrama disampaikan tentang keperluan dan tuntutan dari orang tua untuk meningkatkan kualitas pembinaan di Perguruan Darul Funun khususnya Asrama.

    Menanggapi hal tersebut maka dimulailah perbaikan fasilitas asrama, yang pada saat ini diarahkan pada perbaikan tempat tidur dan juga perbaikan tempat mandi, diharapkan peningkatan kenyamanan dan kebersihan dapat membantu peningkatan konsentrasi belajar siswa.

    Disamping itu upaya peningkatan mutu pembinaan dirasa perlu untuk dikembangkan satu kurikulum diluar jam belajar masrasah yang meliputi pembinaan karakter khususnya di asrama.

    Dengan latar belakang itu maka Darul Funun akan mengembangkan kurikulum Surau yang bukan hanya terkait hafalan tahfiz juga pembinaan siswa dalam kehidupan bermasyarakat.

    Adapun implementasi kurikulum ini diharapkan dapat dimulai tahun ajaran baru ini dan dikembangkan bertahap.

    Dalam rapat terbatas ini Perguruan diwakili oleh Buya Adiaputra, Ust Jakfar dan juga pembina asrama lainnya, Komite diwakili oleh Bpk Ardi dan Yayasan diwakili oleh Bpk Abdullah A Afifi dan Bpk Muhammad Teja .

    “Kita yang memulai, dan kita juga yang akan memulainya lagi ” – Abdullah A Afifi

  • Perpisahan Kelas XII 2019

    Perpisahan Kelas XII 2019

    Alhamdulillah selamat kepada siswa Darul Funun kelas XII yang telah bersusah payah menimba ilmu, kebahagian hari ini pantas untuk dirayakan.

    Doa dan ridha ustaz dan ustazah menyertai perjalanan ananda berikutnya, tetap optimis insyaallah ada kemudahan dalam setiap kesulitan.

  • Peletakan Batu dan Pembangunan Perpustakaan Perguruan dengan 8 Ruang Kelas

    Peletakan Batu dan Pembangunan Perpustakaan Perguruan dengan 8 Ruang Kelas

    Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim,

    Dengan menyebut asma Allah, Perguruan Darul Funun memulai pembangunan Gedung Perpustakaan dengan 8 Ruang yang sebagiannya dapat difungsikan sebagai ruang kelas.

    Alhamdulillah, peletakan batu pertama dan pembangunan awal dapat dimulai dengan dana wakaf dari orang tua yang dikoordinir oleh Komite Sekolah, Pimpinan Perguruan dan Yayasan.

    Peletakan batu pertama ini sebagai rahmat dari Allah dikarenakan rencana pembangunan gedung pustaka ini sudah dicanangkan para tahun ajaran sebelumnya, dan baru dapat diwujudkan pada kali ini.

    Upaya Darul Funun untuk membangun sumberdaya manusia melalui pendidikan dapat terus dilanjutkan dan diberkahi oleh Allah, sehingga manfaat dari sumberdaya manusia yang terdidik bukan hanya bermanfaat bagi Darul Funun, Padang Japang, Ranah Minang tetapi juga bangsa Indonesia dan umat Islam secara umum, mampu menjadi mercusuar yang disebut di Al-Quran “minna dzulumati ilannur”, yang dipopulerkan oleh Kartini dalam penjelasan oleh HAMKA “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

    Keluarga besar Darul Funun El-Abbasiyah mengucapkan terimakasih, jazakallahu khairan, semoga Allah memberikan ganti yang lebih baik dari semua yang bapak ibu wakafkan.