Ramadhan (19): Ilmu adalah Kunci Adab

Bismillahirrahmanirrahim,

Akhir-akhirnya kita dihadapkan dengan istilah populer “adab sebelum ilmu” sehingga seolah-olah adab dan ilmu adalah hal yang terpisah yang harus diprioritaskan satu dari yang lainnya. Tentunya pendapat ini sifatnya relatif, menarik untuk diurai dan dibahas supaya tidak terjadi pemahaman yang salah dan mematahkan semangat para pencari ilmu. Seandainya adab terpisah dari ilmu maka ilmu adalah hal kausalitas yang hanya mengandalkan hafalan dan kemampuan logis yang terukur tak bermakna. Jika dibandingkan dengan konsep pendidikan Islam yang semakin berkembang adab didapatkan ketika seorang manusia telah dididik dan disampaikan mengenai yang benar dan salah, sehingga dengan ilmu tersebut adab seorang manusia berkembang mengenai penilaian baik dan buruk.

Ilmu merupakan kunci mendapatkan adab dalam kehidupan seorang Muslim. Adab adalah hasil produk pemahaman keilmuan, karena dalam Islam tujuan puncak dari semua aktifitas adalah ketaqwaan kepada Allah SWT. Dalam ajaran Islam, ilmu dipandang sebagai salah satu aspek terpenting yang dapat membentuk karakter dan adab seseorang. Menuntut ilmu bukan hanya sekedar menambah wawasan, namun juga menanamkan nilai-nilai luhur dan membentuk pribadi yang baik. Dengan ilmu, seseorang dapat memahami hakikat hidup dan mencapai derajat kehormatan yang tinggi di sisi Allah SWT.

Ilmu adalah warisan yang sangat berharga bagi umat manusia. Rasulullah SAW bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh jalan mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu, menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan beradab.

Dalam konteks adab, ilmu memiliki peranan yang sangat vital. Adab adalah etika, sopan santun, dan perilaku yang baik, yang menjadi cerminan dari iman dan takwa seseorang. Ilmu menjadi dasar untuk membentuk adab yang baik, karena dengan ilmu, seseorang akan memahami cara berbicara, bertindak, dan bersikap yang sesuai dengan ajaran Islam. Istilah orang beradab yang kita senantiasa dengar adalah orang-orang ini adalah terpelajar.

Ilmu tidak hanya mencakup pengetahuan tentang agama, tetapi juga meliputi pengetahuan dunia. Dalam konteks ini, ilmu pengetahuan dunia juga menjadi bagian penting dalam membentuk adab seseorang, karena ilmu tersebut membantu kita memahami lingkungan sekitar, menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, dan mengembangkan potensi diri.

Dalam menuntut ilmu, seseorang diharapkan memiliki sikap tawadhu’ atau rendah hati. Sikap ini penting karena ilmu yang didapat akan membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain jika digunakan dengan niat yang baik. Dengan tawadhu’, seseorang akan terbuka untuk belajar dan mengakui kekurangan diri, serta selalu merasa perlu untuk terus menambah ilmu.

Menuntut ilmu juga merupakan bagian dari ibadah. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS Az-Zumar 39 : 9).

Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam, ilmu adalah kunci dari kefahaman dan adab kita terhadap kebenaran, sehingga menuntut ilmu merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ilmu tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat luas. Dengan memiliki ilmu yang baik, seseorang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan umat Islam. Ilmu dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah, menciptakan inovasi, dan mengembangkan kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, menuntut ilmu juga merupakan amanah yang harus diemban oleh setiap Muslim, agar mereka dapat menjadi agen perubahan yang baik dan membawa manfaat bagi banyak orang.

Ilmu juga memberikan landasan bagi seseorang untuk dapat menghargai orang lain. Dengan ilmu, kita akan memahami bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan, serta memiliki peran yang berbeda dalam kehidupan yang telah ditetapkan oelh Allah sesuai dengan ukurannya. Oleh karena itu, ilmu akan membantu kita menghormati perbedaan dan menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama, sesuai dengan adab yang diajarkan dalam Islam.

Salah satu aspek penting dalam menuntut ilmu adalah untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Seorang Muslim yang memiliki ilmu harus menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan mereka, baik dalam ibadah, muamalah, maupun akhlak. Dengan mengamalkan ilmu, seseorang akan menjadi teladan yang baik bagi orang lain dan menunjukkan adab yang luhur.

Dengan keilmuan yang cukup maka sepatutnya seorang muslim dapat mencapai seperti yang diajarkan dalam doa nabi yakni: fiidunya hasanah wa fiilakhirati hasanah…

Selain itu, ilmu juga menjadi kunci untuk menghindari kebodohan dan kesesatan. Dalam ajaran Islam, kebodohan dan kesesatan merupakan penyebab utama kemunduran umat dan perpecahan. Dengan menuntut ilmu, seseorang akan menjadi pribadi yang cerdas dan bijaksana, sehingga mampu mengambil keputusan yang benar dan menghindari jebakan kesesatan.

Dalam kesimpulan, ilmu adalah kunci adab dalam kehidupan seorang Muslim. Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, karena ilmu akan membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta membantu kita dalam menjalani kehidupan yang lebih baik dan beradab. Dengan ilmu, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat dengan Allah SWT, serta dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan umat Islam secara keseluruhan.

Wallahu’alam