Ramadhan (17): Ishlah sebagai Inspirasi Peradaban

Avatar photo

Abdullah A Afifi

⛊Bey Abdullah Tan Jabok Bio Aktifitas: https://arifabdullah.id | Telegram: https://t.me/beyabdullah

Bismillahirrahmanirrahim,

Ishlah, yang bermakna upaya perbaikan, menjadi titik tolak penting dalam menggali potensi yang ada dalam masyarakat dan menciptakan perubahan yang konstruktif. Al-Ishlah memiliki dua makna. Makna pertama yang umum sering didengar adalah mendamaikan perselisihan sebagaimana dalam potongan surat Al-Hujurat ayat 9:

وَإِن طَآئِفَتَانِ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱقْتَتَلُوا۟ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَهُمَا

Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya.

Makna yang kedua adalah berbuat baik, melakukan perbaikan serta mengajak orang lain kepada kebaikan. Tak hanya itu, sebagai konsekuensi dalam melakukan perbaikan ia juga ikut berusaha untuk mencegah keburukan. Al-Ishlah adalah lawan dari kata Al-Fasad (korupsi ataupun kerusakan). Sehingga pelaku kebaikan dan yang menyeru kepadanya disebut Al-Muslih dan yang merusak disebut Al-Mufsid. Hal ini juga dapat kita jumpai dalam potongan surat Hud ayat 88:

إِنْ أُرِيدُ إِلَّا ٱلْإِصْلَـٰحَ مَا ٱسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِىٓ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Aku (Nabi Syu’aib) hanya bertujuan (malakukan) perbaikan dengan kesanggupanku. Dan tidak ada taufik (keberhasilan) bagiku, melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.

Dalam perjalanan sejarah peradaban manusia, Islah telah menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk merefleksikan dan memperbaiki diri dalam berbagai aspek kehidupan.

Sebagai individu, kita harus selalu berusaha untuk merefleksikan diri dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dalam kehidupan kita. Hal ini dapat mencakup perilaku, etika, pengetahuan, dan keterampilan. Selain itu, kita harus berani untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam rangka mengimplementasikan perubahan yang diinginkan. Dengan begitu, langkah- perbaikan kita dapat menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitar kita untuk melakukan hal yang sama.

Selain sebagai individu, kita juga perlu berperan aktif dalam masyarakat untuk mendorong islah. Kita dapat berpartisipasi dalam organisasi kemasyarakatan, komunitas, atau kelompok yang berfokus pada upaya islah dalam berbagai bidang. Dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan perubahan yang lebih signifikan dan menciptakan dampak yang lebih luas dalam masyarakat.

Dalam konteks kehidupan sosial, islah menjadi prinsip yang sangat penting untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Melalui upaya islah, individu dan kelompok diharapkan dapat saling menghargai, menjaga persatuan, dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi kehidupan bersama. Ishlah juga menjadi sarana untuk mengurangi kesenjangan sosial dan mengupayakan pemerataan kesempatan bagi setiap anggota masyarakat.

Pendidikan adalah salah satu kunci dalam mengupayakan islah (perbaikan). Islah dalam pendidikan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengasah kemampuan dan kecerdasan guna menjadi pribadi yang lebih baik, berkarakter dan memiliki nilai guna (value beneficial). Pendidikan adalah akses untuk mengasah dan menciptakan potensi, memberikan nilai tambah dalam setiap aktifitas yang dilakukan, khususnya aktifititas yang produktif.

Ishlah dalam pendidikan mencakup upaya untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat. Dalam konteks ini, Islah diaplikasikan melalui perbaikan kurikulum, metode pengajaran, dan fasilitas pendidikan. Ishlah dalam pendidikan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengasah kemampuan dan kecerdasan guna menjadi pribadi yang lebih baik dan berkarakter.

Sebagai orang tua, guru, atau anggota masyarakat, kita perlu mendukung sistem pendidikan yang berkualitas dan memastikan bahwa anak-anak dan generasi muda mendapatkan akses pendidikan yang layak. Semua usaha perbaikan ini tentu tidak mudah, akan memakan banyak tenaga, banyak fikiran, dan juga banyak biaya, inilah yang harus kita hadapi secara bersama-sama, baik melalui kontribusi aktif maupun sumbangan pikiran untuk mendukung pihak-pihak yang secara riil mengupayakan perbaikan ini.

Ishlah dalam bidang ekonomi berarti upaya untuk menciptakan sistem ekonomi yang adil dan inklusif bagi seluruh anggota masyarakat. Hal ini mencakup perbaikan kebijakan fiskal, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan pengurangan ketimpangan ekonomi antara kelompok masyarakat. Ishlah dalam bidang ekonomi juga termasuk memberikan akses pemodalan, sehingga dapat bertemu antara pemilik tenaga (pekerja) dan pemilik modal (pengusaha) untuk membangun sektor produksi. Ishlah dalam ekonomi juga menjadi inspirasi bagi para pengusaha dan pekerja untuk menjalankan usaha dan pekerjaan secara etis dan bertanggung jawab.

Akhirnya, Islah sebagai upaya menginspirasi peradaban mengajarkan kita pentingnya menjaga keseimbangan dan kontinuitas perbaikan baik kemajuan materi secara fisik dan nilai-nilai moral yang semakin sesuai dengan etika Islamiyah. Dalam mengupayakan perbaikan di berbagai aspek kehidupan, kita harus tetap menjunjung visi jauh kedepan demi kemaslahatan umat manusia, fiiddunya wal akhirat (dunia dan akhirat). Dengan demikian, perbaikan-perbaikan yang kita lakukan kita dapat menginpirasikan dan menciptakan peradaban yang sejahtera, adil, dan harmonis bagi seluruh umat manusia.

Wallahu’alam