Muhasabah Diri (121): Ilmu Yang Menyelamatkan

Dr Arman Husni

Assoc Prof Bahasa Arab IAIN Bukittinggi, Unsur Ketua PDM Muhammadiyah Limapuluh Kota, Dewan Pengawas Yayasan Darulfunun. (facebook)

Perlu kita ketahui, bahwa kebaikan yang bersumber dari perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya akan mengantarkan pelakunya pada kebahagian dunia dan akhirat. Begitu juga mengikuti alur untuk apa syariat diturunkan, karena syariat itu sendiri buat kemaslahatan umat manusia. Untuk memahaminya mengilmui tentang itu adalah kuncinya. Ilmu akan mengantarkan kepada keselamatan dan kebodohan akan menggelincirkan kejalan yang salah.

Penentangan yang dilakukan sebagian kaum Quraisy terhadap dakwah Rasullullah Saw adalah bentuk ketidaktahuan mereka. Apa yang terjadi disaat ilmu sampai ke mereka?. Disaat itulah terjadi pergulatan keyakinan di diri mereka. Sedikit demi sedikit cahaya iman mewarnai qalbu dan hidayahpun mengajak lisan mereka bersyahadat. Subhanallah, indahnya kebenaran jadi topik perbincangan masyarakat sekitar Ummul Quro. Cahaya petunjukpun menjalar dari satu pribadi ke pribadi lainnya, dari satu rumah ke rumah lainnya. Cahaya petunjukpun menyinari masyarakat Makkah. Begitu dahsyat…karena umat sudah jenuh dan muak dengan tradisi kebodohan. Meskipun perseteruan masih saja terjadi. Kebenaran ilmu dan kebatilan sampaikan kapanpun akan tetap bertentangan.

Sahabat…
Kelelahan dalam mencari ilmu yang benar akan mengantakarkan kepada kebahagiaan. Menjemputnya akan mendatangkan hidayah. Kondisi masyarakat jahiliah yang dulu mereka adalah para penentang, tapi dalam Islam berbalik arah menjadi penyeru dan pengajak kebaikan. Indah memang, jika nuansa ilmu sudah mewarnai berbagai aktivitas. Apalagi setelah hijrah ke Madinah, suasana tatanan masyarakat madanipun tercipta. Saling menghargai, menyantuni bahkan jadi sampel tasamuh yang sebenarnya pun terjadi. Bagi yang merasakan gelapnya kebodohan akan tahu bahwa ilmu itu cahaya yang akan menerangi kehidupannya.