Muhasabah Diri (116): Perlombaan Itu Kian Terasa Asing

Dr Arman Husni

Assoc Prof Bahasa Arab IAIN Bukittinggi, Unsur Ketua PDM Muhammadiyah Limapuluh Kota, Dewan Pengawas Yayasan Darulfunun. (facebook)

Hidup hakikatnya adalah ladang amal, kesempatan mengumpulkan bekal untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang nanti bermuara pada kenikmatan atau kesengsaraan. Sekaranglah kesempatan untuk menentukannya. Dalam mencari bekal perjalanan, kadang-kadang dilakukan secara bersama-sama dan kadang-kadang sendiri-sendiri, meskipun demikian hasil dan pertanggungjawabannya tetap bersifat individual. Di dunia kita masih saling mengelak untuk melakukan kebaikan, tapi diakhirat adalah penyesalan.

Tanpa ilmu bisa jadi bekal yang kita cari akan sia-sia. Bekal itu sudah diwariskan oleh Rasulullah Saw untuk umatnya. Itulah yang kita buru hari ini. Berbagai sarana kita manfaatkan untuk mengais ilmunya Rasulullah Saw melalui ulama para pewaris nabi. Dengan ilmu itulah kita menegaskan identitas diri kita sebagai muslim. Tanpa itu kehidupan kita sama dengan kebanyakan orang, sia-sia umur kita. Penyesalan yang berkepanjangan akan diperoleh diakhirat kelak.

Keberadaan para ulama semakin hari semakin berkurang pertanda dunia sudah tua dan keberkahan ilmu semakin menipis. Fenomena kebodohan banyak dipamerkan, bahkan hari ini sudah mulai terjadi seseorang tidak kenal lagi dengan tuntutan agamanya. Agama hanya dianggap identitas diatas selembar kertas, bukan sebagai titik tolak beraktivitas. Menampilkan pribadi yang beragama hari ini dianggap aneh dan akan terasing dimata kebanyakan orang. Inilah sebuah gambaran yang pernah diungkapkan Rasulullah Saw terhadap umat terakhir ini.

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Artinya: “Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” (HR. Muslim).

Semangat perlombaan untuk kebaikan hari ini sudah mulai memudar. Kebaikan akan buram dimata para budak dunia. Buruk dan menyesakan bagi mereka yang akrab dengan maksiat.

Sahabat…
Istiqomah ditengah keterasingan memang berat. Tapi itulah jalan keberuntungan…
فطوبى للغربى