Muhasabah Diri (104): Cacat Orientasi

Dr Arman Husni

Assoc Prof Bahasa Arab IAIN Bukittinggi, Unsur Ketua PDM Muhammadiyah Limapuluh Kota, Dewan Pengawas Yayasan Darulfunun. (facebook)

Ada kegembiraan tersendiri disaat kita meraih sesuatu yang didambakan. Bahagia disaat mampu berbagi apa yang didapatkan. Tentunya sangat senang sekali jika mampu membahagiakan saudara seiman. Banyak celah untuk berbuat kebaikan disaat ada kemauan dan kelapangan. Semua itu jika dilakukan dengan keikhlasan, akan jadi tabungan kebaikan disisi Ar-Rahman.

Ikhlas tatkala amal dikerjakan karena Allah SWT dan sesuai yang dicontohkan Rasulullah tentunya. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk kebaikan dunia dan akhirat. Meskipun panduan sudah terang benderang, masih ada dan banyak yang terjerumus. Salah menempuh jalan, keliru terhadap hakikat penciptaan.

Fenomena menempuh cara hidup menyimpang sudah banyak memenuhi sejarah perjalanan kehidupan manusia. Penyimpangan terjadi karena orientasi hidup yang keliru. Terpesona dengan target hidup sesaat, jangka pendek, seakan-akan hidup hanya saat ini saja, buta akan abadinya akhirat.

Banyak fenomena musang berbulu domba dalam kehidupan manusia khususnya dalam tubuh umat Islam. Manusia-manusia penjerumus ambisius berkeyakinan bahwa setelah kematian semuanya akan berakhir, tidak ada hisab dan pertanggungjawaban. Masih ingatkah kita dengan sosok Snouck Hurgronje? Sosok yang bersungguh-sungguh mempelajari Islam tapi salah kaprah, sang orinetalis ini mati menggenaskan. Apakah tidak cukup dijadikan pelajaran buat kita hari ini?. Sehingga ada diantara umat Islam hari ini masih juga menjadi sosok pembenci pada agamanya dengan berbagai iming-iming keduniaan. Akan banyak hadir sosok New Snouck Hurgronje lainnya dalam aktivitas ke-Islaman yang diperankan oleh umat Islam sendiri. Menyedihkan…cacat orientasi.

Ujian yang bertubi-tubi datang menimpa umat Islam, diantara hikmahnya adalah untuk membersihkan umat dari parasit perusak yang ada ditubuhnya. Mudah-mudahan itu yang kita sadari, sehingga ada keinginan untuk kembali kejalan yang sesungguhnya. Jalan keselamatan yang sudah dibentangkan oleh panutan umat lebih 14 abad yang lalu…

Semoga kita tidak tertipu… Hidup hanya sesaat, hiduplah yang bermartabat, bukan sebagai penebar laknat ditubuh umat.

Selamat beraktivitas…