Muhasabah Diri (101): Tidak Semuanya Mesti Diungkapkan

Dr Arman Husni

Assoc Prof Bahasa Arab IAIN Bukittinggi, Unsur Ketua PDM Muhammadiyah Limapuluh Kota, Dewan Pengawas Yayasan Darulfunun. (facebook)

Era digital memberikan banyak peluang untuk mengekpresikan apa saja yang kita maui. Banyak manfaat yang didapati. Apalagi bagi yang mampu mengikuti perkembangannya, dahsyat memang. Terasa ketinggalan jika tidak mengikutinya. Diantara manfaatnya, ilmu yang terserak di berbagai sumber, bisa dengan mudah dan cepat diakses.

Banyak sumber ilmu yang bisa kita manfaatkan. Dan juga banyak informasi yang bisa kita serap dari berbagai peristiwa. Ada yang harus disampaikan dari apa yang kita ketahui kepada orang lain dengan memilah dan memilih apa yang patut disampaikan. Rasulullah Saw mengajarkan kita bagaimana menyampaikan informasi dan ilmu sesuai kadar nalar seseorang. Ada yang harus disaring, karena tidak semua yang kita dapati semuanya benar dan layak dibagi. Apalagi di era ini, berbagai informasi berseliweran disekitar kita. Rasulullah Saw mengingatkan kita berhati-hati dalam berbagi informasi kepada orang lain.

كَفَى بالمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Artinya: “Cukuplah seseorang dianggap pembohong jika ia mengatakan semua yang dia dengar”. (HR. Muslim)

Betapa banyak yang jadi korban akibat kabar yang keliru. Dan juga betapa banyak kehormatan seseorang dilanggar dengan dalih kebebasan berekspresi. Ada juga yang berbagi hal-hal yang bersifat privasi secara vulgar… Salah kaprah, kadang-kadang keluar dari koridor kepatutan. Banyak yang bangga disaat rahasia hidupnya dibagi dan diobral murahan oleh pihak lain.

Sahabat…

Betapa agama kita amat perhatian pada sisi-sisi akhlak. Karena itulah Rasulullah Saw diutus buat umat manusia… membenahi akhlak. Dan itu hari ini terasa aneh untuk diikuti. Padahal semuanya dalam rangka meluruskan yang bengkok, membenahi yang keliru…