Muhasabah Diri (100): Hilangnya Ulama, Pudarnya Ilmu

Dr Arman Husni

Assoc Prof Bahasa Arab IAIN Bukittinggi, Unsur Ketua PDM Muhammadiyah Limapuluh Kota, Dewan Pengawas Yayasan Darulfunun. (facebook)

Buku adalah sebaik-baik teman disaat kesepian, ungkapan yang hanya bisa disadari bagi yang tidak mau waktunya habis terbuang begitu saja. Bahkan ciri orang maju dan berilmu senantiasa bersamanya ada buku mendampinginya. Dengannya kemajuan bisa diraih. Dan tanpanya kebodohan akan membuih.

Goresan ilmunya para ulama, banyak diabadikan dalam lembaran-lembaran buku. Seakan-akan tidak rela waktu mereka terbuang percuma, berbagai kesempatan yang ada dan waktu mereka penuh terisi dengan nuansa keilmuan. Mengkaji, berdiskusi, menulis bahkan mengajar itulah hari-hari mereka. Berjilid-jilid buku terlahir dari buah produktivitas mereka. Tapi hari ini, semangat itu mulai tergerus, pudar ibarat lentera kehabisan bahan bakar. Ditambah lagi satu persatu ulama kita pergi meninggalkan kita. Tanpa disangka, itulah ketentuan Yang Kuasa.

إن ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅوﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menggangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.“ (HR. Bukhari)

Apa yang disampaikan nabi sudah terjadi. Banyak orang-orang berilmu diwafatkan Allah SWT satu persatu. Fenomena beramal tanpa ilmu dikalangan masyarakat, seakan-akan sudah ada dimana-mana. Miris, sampai-sampai orang-orang bodoh sudah mulai berani berfatwa tentang agama. Berkata dan berkomentar seenaknya saja. Fenomena aneh pertanda kita sudah berada di terminal terakhir usia dunia.

Sahabat…

Hidup ini amatlah singkat, bekal untuknya apakah sudah lengkap?Bertemu dengan ajal adalah sebuah kepastian, tanpa ada halangan dan alasan untuk mengelak. Semua kita sedang digiring kesana. Sudahkah kita mempersiapkan segala sesuatu?. Allah SWT sudah menitipkan ilmu untuk itu melalui ayat-ayat-Nya…

Fa’tabiru Yaa Ulil Abshar…