Muhasabah Diri (99): Berubah Pandangan Mungkin Terjadi

Dr Arman Husni

Assoc Prof Bahasa Arab IAIN Bukittinggi, Unsur Ketua PDM Muhammadiyah Limapuluh Kota, Dewan Pengawas Yayasan Darulfunun. (facebook)

Hari ini bukanlah hari kemarin. Begitu juga dengan kita, kita yang kemarin dengan kita hari ini tentu ada perubahan. Perubahan adalah sunnatullah, tidak bisa dimungkiri. Bermula dari usia anak-anak, beranjak remaja, dengan perjalanan waktu sampailah diusia dewasa…terus dan seterusnya.

Pengalaman banyak memberikan pengayaan buat kita. Semakin jauh kita berjalan, semakin banyak yang nampak. Semakin jauh kita menjangkau, semakin banyak yang bisa kita rengkuh. Sedikit demi sedikit ada yang berubah. Terasa semakin kerdil diri kita dihadapan Allah Yang Maha Kuasa.

Rasulullah Saw menyikapi para sahabat disaat menanyakan berbagai hal, jawaban dari beliau berbeda-beda. Meskipun pertanyaan masih dalam kategori yang sama. Tentang amalan yang paling dicintai Allah SWT, amalan yang paling baik. Jawaban dari beliau tergantung pada kondisi penanya. Ada kalanya sipenanya masih punya orang tua diusia yang amat butuh bantuan. Itulah peluang amalan terbaik. Shalat pada waktunya juga amalan terbaik. Bahkan berjihad membela agama termasuk amalan prioritas…. Dan lain sebagainya.

Banyak amal unggulan dihadapan kita. Bagaimana jika waktu yang tersedia tidak memadai dibandingkan banyaknya tuntutan? Rasulullah Saw mengajarkan ilmunya buat kita. Mana yang diprioritaskan. Kondisi kita yang menentukan, ada yang tidak mungkin ditunda, ada amalan dengan waktu tertentu, bahkan ada yang tidak terikat waktu.

Jadi berubah-ubah dalam prioritas amal adalah kondisional. Coba lihat sejarah para ulama, beda kondisi beda juga fatwanya… Wajar terjadi karena manusia hidup tidak pada zawan dan tempat yang sama. Banyak hikmah yang bisa kita petik dalam perjalanan hidup kita…