Muhasabah Diri (97): Serahkan Sesuatu Pada Ahlinya

Dr Arman Husni

Assoc Prof Bahasa Arab IAIN Bukittinggi, Unsur Ketua PDM Muhammadiyah Limapuluh Kota, Dewan Pengawas Yayasan Darulfunun. (facebook)

Disaat kita hendak pergi jauh, tentu ada sarana kendaraan yang kita butuhkan. Sebagus apapun kendaraan yang kita pakai, jika tidak ditopang tersedianya kondisi jalan yang memadai, manfaat yang kita dapati tidaklah maksimal. Yang kita inginkan terlaksana dengan baik belum tentu tercapai dengan baik pula. Banyak hal yang berkaitan dengan kelancaran aktivitas kita sehari-hari. Hal itu tentu sulit diemban sendiri-sendiri. Kita butuh pihak lain yang mengisi berbagai posisi yang dibutuhkan. Ibarat sebuah perusahaan ada beberapa personel yang berperan dibidang masing-masing. Punya keahlian di bidangnya.

Sahabat…

Disaat kita butuh orang lain dalam menuntaskan berbagai agenda kegiatan, tentu ada hal yang dipertimbangkan, diantaranya adalah kemampuan melakukan apa yang kita inginkan. Mengamanahkan sesuatu kepada yang bukan ahlinya akan melahirkan kegagalan. Banyak malapetaka terjadi jika sesuatu urusan diserahkan kepada yang bukan bidang kepakarannya. Wajar Rasulullah Saw sudah mewanti-wanti umatnya agar tidak terjebak dalam hal ini.

إِذَا ضُيِّعَتِ الأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَاعَةَ، قِيْلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا إِضَاعَتُهَا؟ قَالَ: إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَاعَة

“Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah kiamat (kehancuran), maka ditanya: “Ya Rasulullah, bagaimanakah menyia-nyiakannya?”, maka Nabi menjawab: “Jika (amanah jabatan) diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran.” (HR. Bukhari)

Hal-hal kecil, bila disia-siakan akan berakibat buruk dikemudian hari, apalagi mengabaikan hal-hal besar yang menyangkut hajat orang banyak. Begitu pentingnya kualifikasi keilmuan, sehingga sering dijadikan syarat dalam menerima jobseeker, para pelamar kerja. Rasulullah Saw selalu mengajari para sahabat menekuni berbagai ilmu. Ada diantara sahabat diminta untuk mempelajari bahasa lain, agar umat Islam tidak terjebak dalam makar yang mereka lakukan. Begitu juga ada diantara sahabat yang diamanahkan berbagai pekerjaan yang mana mereka mampu melakukannya. Bahkan ada yang minta jabatan, ditolak oleh Rasulullah Saw karena dianggap lemah untuk memikulnya.

Dalam hal agama, tidak semua orang menguasainya dengan baik. Hari ini banyak yang bicara agama, asal comot sana comot sini sudah menganggap dirinya ahli di bidang itu. Sejarah para ulama mencari ilmu butuh pengorbanan. Jarak yang ditempuh juga tidak sedikit, bermil-mil jalan ditempuh dengan bekal terbatas, bahkan banyak ujian yang datang merintanginya.

Memang segala sesuatu diperoleh sesuai dengan kadar ikhtiar seseorang. Selagi ada kesempatan, mari kita berbenah…