Muhasabah Diri (93): Rihlah Mencari Ilmu

Dr Arman Husni

Assoc Prof Bahasa Arab IAIN Bukittinggi, Unsur Ketua PDM Muhammadiyah Limapuluh Kota, Dewan Pengawas Yayasan Darulfunun. (facebook)

Pada prinsipnya manusia dengan keingintahuannya punya keinginan untuk selalu bergerak. Karena ciri manusia energik, sehat dan aktif adalah dengan banyak bergerak. Diantara bentuk bergerak mencari ilmu adalah dengan melakukan perjalanan alias rihlah lithalabil al-ilmi. Semakin tinggi frekuensi perjalanan seseorang, akan semakin banyak yang akan dia lihat dan renungi. Alam takambang jadi guru. Disitulah kesempatan mencari ilmu semakin terbuka lebar.

Rasulullah Saw banyak mengutus para sahabat ke berbagai suku yang ada untuk menyampaikan ilmu tentang Islam. Perjalanan demi perjalanan mereka lakukan, ujung-ujungnya banyak penduduk negeri terkesan dengan Islam. Dan kebiasaan tersebut diikuti oleh para ulama. Dari situlah Islam berkembang kemana-mana, berkah perjalanan menyampaikan ilmu. Bukan hanya perjalanan menebar ilmu saja yang dilakukan umat Islam sebaliknya generasi selanjutnya melakukan perjalanan mencari ilmu yang semakin berkembang.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Artinya: “Barang siapa keluar dalam rangka menuntut ilmu, maka dia berada di jalan Allah sampai ia kembali.” (HR. Tirmizi)

Ilmu tidak datang sendiri, tapi harus dijemput. Betapa produktifnya para ulama terdahulu dalam menjemput ilmu, berjalan dari satu negeri ke negeri lain, lintas kawasan bahkan antar benua. Tidak hanya itu mereka juga menuangkan ilmu yang ada di kepala mereka dalam bentuk berjilid-jilid buku. Bukti warisan ilmu yang mereka suguhkan buat kita jadi pahala jariah buat mereka yang sudah berpayah-payah mencari dan menjaganya. Militansi ilmiah seperti mereka dulu, untuk hari ini sudah memudar. Tidak hanya ilmu bidang syar’i yang mereka geluti tapi juga ilmu-ilmu eksakta yang mana umat Islam hari ini lemah disitu. Tradisi mencari dan bereksperimen juga mulai mengendur dewasa ini.

Sahabat…

Sudah saatnya kita keluar hari ini dari kerangkeng yang mengurung tradisi keilmuan yang dulu pernah dipuncak kejayaannya. Perang urang saraf yang amat gencar mencitrakan ketidak mampuan kaum muslimin untuk maju dalam dunia ilmu pengetahuan selalu dilontarkan diberbagai event. Padahal banyak ayat atau hadits mengajak umat Islam untuk mendalami ilmu pengetahuan yang bertebaran di alam semesta…

Semoga kejayaan ilmu pengetahuan kembali lagi kepada pemiliknya…