Muhasabah Diri (87): Bakhil, Empati Yang Hilang

Dr Arman Husni

Assoc Prof Bahasa Arab IAIN Bukittinggi, Unsur Ketua PDM Muhammadiyah Limapuluh Kota, Dewan Pengawas Yayasan Darulfunun. (facebook)

Nikmat Allah SWT amatlah banyak, tak sanggup untuk dirinci dan dihitung. Bahkan nikmat yang ada disekitar kita atau yang ada di jasad kita saja tidak mampu kita merincinya. Begitulah keagungan Allah SWT dan ketidak mampuan manusia, kerdil, kecil dan lemah. Allah SWT pandu kita lewat wahyu-Nya, dan dibekali kita dengan akal sebagai pemberian-Nya, agar kita tidak salah jalan.

Mensyukuri nikmat adalah ciri orang yang tahu diri. Diantara bentuk syukur nikmat adalah menyalurkan kepedulian dalam bentuk kebaikan, bersedekah, berbagi untuk yang butuh dan lain sebagainya. Karakter mental tangan diatas, suka berbagi, menjadikan harta sebagai sarana untuk beribadah, semua itu merupakan ke-khas-an orang yang tidak diperbudak oleh harta. Sebaliknya sifat rakus dengan harta, tidak mau berbagi, merasa rugi untuk menyalurkannya terhadap proyek kebaikan, pelit alias bakhil atau kikir jadi karakter dirinya, semua itu ciri-ciri orang-orang kufur nikmat. Tipe orang bakhil dia akan sigap terhadap sesuatu jika ada peluang untuk dia mendapatkan sesuatu tersebut, dan menghindar jika dia diminta untuk berbagi dan saling menolong. Begitulah perbedaan antara kedua karakter.

Rasulullah Saw bersabda:

عن أبي هريرةَ رضي اللَّهُ عنه أَن النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال :مَا مِنْ يوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ ملَكَانِ يَنْزلانِ ، فَيقولُ أَحدُهُما : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقاً خَلفاً ، ويَقولُ الآخَرُ : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكاً تَلَفاً.

Dari Abu Hurairah bahawasanya Nabi Saw bersabda yang maksudnya : “Tidaklah para hamba berada di pagi hari, melainkan pada pagi itu terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak’, sedang yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan (harta) kepada orang yang menahan (hartanya).” (Muttafaq ‘alaih)

Menjadi pribadi yang mensyukuri nikmat Allah SWT merupakan sifat yang menonjol di kalangan sahabat. Berpacu untuk memberi, berlompa untuk kebaikan, mewarnai aktivitas mereka dalam keseharian. Dari sisi lain mereka menghindari sifat bakhil, bahkan persaudaraan bagi mereka jauh lebih berharga dari materi. Kemulian mereka terlihat disaat mereka peduli kepada orang lain yang disebut itsar. Yang penting saudar mereka tidak kesulitan, jadi moto kehidupan mereka sehari-hari.

Sahabat…

Membiasakan diri saling peduli dan meyakini apa yang kita punya merupakan bentuk ujian buat kita. Bisa jadi ada diantara kita yang mampu menghadapi ujian kesulitan dan kesusahan tapi gagal dalam ujian materi. Begitu dahsyat ujian kebendaan ini, Allah beri kita pelajaran dalam Al-Qur’an kisah Qarun, sosok yang loba, rakus, bakhil, dibinasakan oleh Allah SWT agar kita berpikir…

Minta kita selalu pada Allah SWT agar terhindar dari sikap bakhil…