Muhasabah Diri (78): Rezeki Yang Tak Terjamah

Datuk Dr Arman Husni

Assoc Prof Bahasa Arab IAIN Bukittinggi, Unsur Ketua PDM Muhammadiyah Limapuluh Kota, Dewan Pengawas Yayasan Darulfunun. (facebook)

Banyak hal yang perlu kita renungi. Ada ayat-ayat qauliah, yaitu Al-Qur’an Al-Karim yang mesti kita tadabburi. Ada juga ayat-ayat kauniah sebagai tanda kebesaran Allah SWT di alam semesta yang mesti kita tafakuri. Dengan keduanya kita mengenal Allah SWT.

Dia beri kita akal, dengannya kita berpikir. Dia beri kita jasad dengannya kita beraktivitas. Diperkuat kita dengan dimensi ruhani, agar kita memiliki keseimbangan dalam mengarungi ujian duniawi.

Begitulah manusia, makhluk unik yang diistimewakan dengan petunjuk wahyu dan model sebagai petunjuk yaitu Rasulullah SAW. Itu semua merupakan bekal yang amat berharga.

Allah SWT menyediakan buat kita bumi sebagai medan amal. Disitulah kita jalani takdir penciptaan kita sebagai manusia, dan disitu juga kita berikhtiar melaksanakan pengabdian pada Yang Maha Kuasa. Ada saatnya kita merenung, betapa besarnya kekuasaan Allah SWT.

Wajar ada ungkapan dalam Al-Qur’an manusia diciptakan sebagai khalifah di permukaan bumi ini. Masih banyak nikmat Allah yang belum kita syukuri. Lihatlah disekitar kita alam terbuka lebar, betapa banyak disitu rezeki yang tersembunyi buat manusia.

Sahabat…

Kadangkala kita hanya banyak berkeluh kesah, padahal ada potensi yang dilebihkan Allah buat manusia, mengelola jatah rezeki manusia di alam semesta sesuai aturannya.

Saatnya kita berbenah, potensi bumi yang melimpah, tanah yang terbentang luas yang tak terkelola. Banyak lahan yang ditinggal tak terjamah, seakan hanya lahan mubazir buat manusia. Dan banyak lagi…

Mari kita jemput Rahmat Allah dengan mensyukuri nikmat-Nya…